The Secret of You

Aulia Manaf
Chapter #23

Chapter 22: Single Parent

BAB 22: Single Parents

 

  Tak ada yang menyangka sore itu akan ada tamu spesial yang datang ke rumah Aswin. Dia sendiri harus pulang untuk mengambil baju bersih milik ibunya, lalu berencana mengantar ke Rumah Sakit kembali. Cowok itu juga harus mandi, keramas dan membersihkan rumah. Menyusun kembali order-order pelanggannya. Sebab sudah ada Budhe yang masih menjaga ibu di Rumah Sakit.

  Ketika dia menyusun baju yang harus dimasukkan ke dalam tas besar, terdengar pintu di ketuk. Aswin keluar kamar dan membuka pintu. Ada Tiara anaknya Bu Rinda. Gadis mungil bermata bulat sedang tersenyum manis menatapnya. Dia berbaju rapih membawa tas putih besar di pundak.

  “Hai, masuk yuk!” sapa cowok itu kaku. “Sendirian?” Pertanyaan yang aneh. Padahal memang nggak ada orang lain di luar rumah. Hanya motor miliknya dan motor Tiara yang terparkir di halaman.  

  “Kabarnya ibu Kak Aswin sakit? Sekarang masih di Rumah Sakit?” Aswin mengiyakan, lalu bertanya bagaimana dia tahu rumah ini. Ternyata Bu Rinda ibunya yang memberitahu alamat rumah ini. Setelah dibuatkan minum oleh Aswin, mereka pun kembali ngobrol dengan nyaman di ruang tamu.

Mereka tak tahu bahwa aku di sini, di samping rumah ini, mendengar semua yang mereka bicarakan. 

 “Ibu cerita banyak tentang Kak Aswin. Katanya Kak Aswin butuh teman. Kata ibu, Tiara bisa menjadi teman yang baik untuk Kak Aswin,” kata gadis itu menunduk malu-malu. Rambutnya yang lurus sebahu disingkapkan ke telinga kanannya. 

  “Terima kasih Tiara atas semua kebaikanmu.” Perlahan tapi pasti, tampaknya Aswin tahu kemana arah pembicaraan Tiara. “Tapi kamu masih terlalu dini untuk memahami semua ceritaku yang muram, Tiara,” ucap Aswin meyakinkan.

   “Tapi kata ibu…”

  “Kamu masih SMA, Tiara.” Aswin langsung memotong kalimat gadis itu. Aswin menatapnya lurus meminta pengertian. Berharap gadis di depannya mau mendengar dengan baik. “Kamu harus fokus sama sekolahmu. Jangan mikir macam-macam. Saya juga tak bisa menjanjikan apa-apa. Saya tak tahu apa yang terjadi besok, lusa, masa depan…”

    Terdengar Aswin tak bisa menjawab dengan tegas. Tiara menarik napas panjang untuk menenangkan diri, “Ya, mungkin usia kita selisihnya jauh, tapi kata ibu nasib kita sama. Mungkin kita bisa saling memahami, saling menguatkan.” Tatapan mata Tiara jelas penuh harap.

   “Nasib sama? Maksudnya?” Aswin mengerutkan dahi.

“Ibu juga single parent,”

   “Oh, maaf…” Spontan Aswin menunduk, sebab selama ini memang tidak tahu kalau Bu Rinda juga single parents. 

Lihat selengkapnya