William berlari mendahului Arthur setelah mendorongnya ke samping tepat di depan pintu dapur.
"Ash? Kau baik-baik saja?" Ia hampir memukul pintu kamar mandi, tapi pintu itu terbuka lebih dulu. Ashilde belum menguncinya, itu artinya dia baru masuk beberapa saat sebelum berteriak.
"Ash?" William mematung di ambang pintu yang terbuka lebar, Ashilde berjongkok di depannya sambil menutup wajahnya dengan kedua telapak tangan.
Begitu melihat William di depannya, Ashilde segera melompat ke pelukannya.
"Ada apa, Ash? Apakah ada sesuatu yang membuatmu takut? Serangga? Binatang melata?" William bertanya dengan tenang, tidak ingin Ashilde ikut panik karena melihatnya cemas.
Arthur menarik bahu William untuk minggir dari ambang pintu tersebut. Tanpa mengatakan apa-apa, ia menarik sebuah kain—yang entah apa—dan langsung menyembunyikannya di balik pakaian.
Elliot yang mengikuti di belakangnya melongokkan kepala dari dapur. "Ah, ternyata celana dalam Arthur," dan dia menceletuk cukup keras.
"Woi!" Arthur berseru ketus. Ia tentu tidak ingin hal itu diperjelas hingga terdengar langsung oleh seorang gadis muda yang baru saja diperlihatkan pemandangan tak menyenangkan di dalam rumah yang semua penghuninya adalah pria.
"Kau tidak berhati-hati, Arthur." Elliot menggelengkan kepalanya pelan.
"Siapa peduli, Bodoh?! Selama ini tidak ada yang keberatan meski pun aku meletakkan celana dalam di kamar mandi." Arthur memalingkan wajahnya dan pergi meninggalkan kamar mandi.
"Itu selalu bisa kau lakukan sebelum kita kedatangan tamu perempuan, Arthur. Ayolah, kau seorang pria dewasa."
William menghela napas pelan, terlihat merasa lega. "Syukurlah kau berteriak bukan karena sesuatu telah terjadi padamu."
Ashilde yang sejak tadi membenamkan wajahnya di dada William, akhirnya menjauhkan diri darinya. "Aku bisa menggunakan kamar mandinya sekarang, kan?"
Elliot tersenyum. "Tentu saja. Kamar mandi kami selalu bersih selain masalah celana dalam Arthur. Tapi sekarang masalah itu sudah tidak ada. Gunakanlah kamar mandinya, Ashilde."
"Te-terima kasih." Ashilde malu-malu kembali memasuki kamar mandi.
William menghela napas lega sekali lagi, ia kembali ke ruang tamu dan duduk di sofa. Di sana, Arthur baru saja keluar dari kamarnya setelah menyimpan pakaian dalam itu.
"Dasar. Kenapa tidak ada yang mengingatkanku kalau kita sekarang punya tamu perempuan?" ia masih bersungut-sungut kesal.
"Kau sepanjang hari melihatnya, siapa pun pasti berpikir itu tidak perlu diingatkan." Elliot menanggapinya dengan biasa.
"Di mana Gregory?" orang itu malah mengalihkan pembicaraannya.
"Ah, dia pergi pagi-pagi sekali. Memperbaiki mobil yang akan kami gunakan."