The Shadow Student

Aksara Tresna
Chapter #2

Bab 2: Lagu Dream High dan Gerakan yang Patah

Bab 2: Lagu Dream High dan Gerakan yang Patah

Aluna masih mematung di ambang pintu ruang kesenian. Ember cat yang tadi ia senggol masih berputar pelan di lantai, menimbulkan bunyi ngik-ngok yang merusak suasana dramatis. Arka, sang Ketua OSIS yang biasanya terlihat seperti model sampul buku paket PKN—rapi, tegak, dan kaku—kini tampak seperti orang yang baru saja tersengat listrik.

"Lo... Aluna, kan? Anak kelas X-3 yang waktu itu jatuhin tumpukan buku di perpus?" tanya Arka dengan napas tersengal.

Aluna mengangguk pelan, otaknya berputar cepat mencari alasan. Tangannya refleks meremas kertas tugas milik Siska yang ia sembunyikan di balik punggung. Ia harus tenang. Jangan sampai Arka curiga kenapa ada kertas tugas anak kelas XI di tangan seorang adik kelas sepuluh. "Anu, Kak... aku cuma mau lewat. Pintu ini tadi... kebuka sendiri."

"Kebuka sendiri? Lo kira ini film horor?" Arka berjalan mendekat, menyeka keringat di lehernya dengan jas OSIS yang mahal. "Lo denger musiknya?"

"Dengar sedikit," jawab Aluna jujur. "Lagu Dream High, kan? Bagian reff-nya tadi... Kak Arka agak telat satu ketukan di gerakan body wave."

Seketika, wajah Arka berubah warna dari merah karena capek menjadi merah karena malu. Harga dirinya sebagai Ketua OSIS yang sempurna runtuh dalam satu kalimat dari seorang adik kelas. "Gue nggak telat! Itu... itu variasi. Biar lebih ada seninya!"

"Oh, variasi yang bikin Kakak kelihatan kayak lagi nahan sakit pinggang?" celetuk Aluna tanpa sadar.

Arka melotot, tapi kemudian dia malah panik sendiri. Dia sadar, percuma berdebat soal dance dengan orang yang baru saja melihatnya bergoyang ala idola K-pop. "Denger ya, Aluna. Gue nggak tahu gimana ceritanya anak kelas sepuluh bisa nyasar ke sini, tapi lo nggak boleh bilang siapa-siapa soal ini. Kalau anak-anak OSIS tahu gue latihan ginian, wibawa gue buat razia rambut gondrong bakal hilang total."

"Rahasia Kakak aman, asal Kakak jangan laporin aku karena masih di sekolah jam segini," balas Aluna mencoba bernegosiasi.

Lihat selengkapnya