The Shadow Student

Aksara Tresna
Chapter #9

Bab 9: Kesepakatan di Atas Meja Tua

Bab 9: Kesepakatan di Atas Meja Tua

Ruang kesenian sore itu terasa lebih pengap dari biasanya. Hujan baru saja reda, meninggalkan aroma tanah basah yang menyelinap masuk melalui celah jendela. Di sudut ruangan, terdapat sebuah meja kayu jati tua yang permukaannya sudah penuh dengan goresan dan bekas tumpahan tinta bertahun-tahun lalu. Meja itu biasanya hanya menjadi tempat menaruh tumpukan kain kostum yang berdebu, namun hari ini, Arka membersihkannya dengan selembar tisu.

Arka duduk di salah satu kursi kayu yang kakinya sedikit goyang, sementara Aluna berdiri di depannya, menatap meja itu seolah-olah itu adalah meja perundingan gencatan senjata.

"Duduk, Lun," ujar Arka sambil menepuk permukaan meja yang sudah bersih. "Gue rasa kita butuh aturan yang lebih jelas. Kita nggak bisa terus-terusan begini tanpa batasan yang pasti."

Aluna menarik kursi di hadapan Arka dan duduk dengan perlahan. "Aturan apa lagi, Kak? Bukannya selama ini kita sudah jalan masing-masing? Aku bantu Kakak latihan, dan Kakak tutup mulut soal keberadaanku."

"Nggak sesederhana itu," Arka memajukan tubuhnya, melipat tangan di atas meja tua itu. "Pemilihan Ketua OSIS tinggal tiga minggu lagi. Intensitas kampanye gue bakal makin gila. Gue bakal sering dipantau sama tim sukses dan guru-guru. Kalau kita ketahuan di sini tanpa alasan yang jelas, gue nggak punya skenario buat ngejelasinnya."

Aluna mengangguk pelan. Ia mengerti. Bagi Arka, setiap detik adalah risiko. "Jadi, Kakak mau berhenti latihan?"

"Bukan berhenti," sergah Arka cepat. "Tapi kita butuh kesepakatan tertulis. Bukan kontrak hukum, tapi kesepakatan antara gue dan lo. Di atas meja ini, gue mau kita jujur soal apa yang kita dapet dan apa yang kita kasih."

Lihat selengkapnya