The Silent Librarian

Muhammad Amin Hambali
Chapter #1

Prolog

Uap panas dari secangkir teh chamomile baru saja mengepul di udara ketika keheningan malam itu terkoyak. Anggun baru saja kembali dari sembilan jam rutinitas melelahkan di balik meja sirkulasi perpustakaan, merindukan sunyi paviliun kecil yang selama lima tahun terakhir ia sebut rumah.


Getaran kasar dari dasar tas kanvasnya merusak ketenangan itu. Ia tahu pasti itu bukan ponselnya, karena miliknya sudah kehabisan daya sejak sore tadi. Dengan jengkel yang merambat ke ubun-ubun, ia menarik sebuah benda asing berselubung hitam pekat yang entah bagaimana bisa masuk ke dalam barang bawaannya.


Layar benda itu menyala tiba-tiba.


Deretan angka acak memenuhi bagian atas layar, disusul beberapa panggilan tak terjawab dan pesan-pesan yang tak sempat ia perhatikan sebelumnya. Namun satu pesan paling atas langsung menyita perhatiannya.


"Kami tahu kamu di dalam. Keluar sekarang, atau kami dobrak pintunya."


Belum sempat ia mencerna kata-kata itu, gedoran keras menghantam pintu paviliun. Sekali. Dua kali. Lalu hening.


Derit halus terdengar dari gagang pintu yang diputar paksa.

Lihat selengkapnya