The Sin Of Kalantaka

Ann Aizawa
Chapter #7

Malam di Kota Nusa

Arion melangkah masuk dan menutup pintunya, mendapati interior unit yang sesuai dengan keinginannya. Tanpa membuang waktu, ia langsung melempar tas ranselnya ke atas sofa dan menjatuhkan tubuhnya yang lelah ke atas kasur empuk.

Namun, baru saja ia berbaring selama beberapa detik, suara ketukan pintu mendadak memecah keheningan.

Tok, Tok, Tok.

Arion mengerang pelan. Ketukan itu terdengar lagi, kali ini jauh lebih keras. Dengan gumaman kesal di balik napasnya, ia terpaksa bangkit dari ranjang. Langkah kakinya terasa berat, menyeret lantai saat ia berjalan mendekati pintu utama.

Begitu pintu terbuka, ia sudah bersiap melontarkan tatapan tajam pada siapapun yang mengganggu di luar, namun niat itu runtuh seketika. Di hadapannya berdiri seorang nenek dengan kerutan ramah menghiasi wajahnya, tersenyum begitu hangat hingga mendadak mencairkan ketegangan di koridor lantai itu.

"Kamu penghuni baru, ya?" tanya sang nenek dengan nada suara yang sangat lembut.

Arion mengerjap pelan, sejenak kehilangan kata-kata. "Ehm... iya. Saya penghuni baru. Ada apa, ya?"

"Saya, Nenek Tami. Nenek tinggal di sebelah kamu" ucapnya sambil menyodorkan sebuah piring kecil yang ditutup rapi dengan kain serbet kain.

"Oh iya ini, Nenek buatkan bolu pisang. Di coba, Nak Ganteng."

Di dalam lubuk hatinya, Arion langsung mendecak kesal. "Astaga, Siva benar-benar ingin mengujiku di dunia ini. Dia mengirimku ke dunia hanya untuk bertetangga dengan wanita lanjut usia, bukan gadis muda"

Meski begitu, ia tahu batas kesopanan. Arion memaksakan segaris senyum ramah yang tampak sedikit kaku di wajahnya.

"Oh, terima kasih, Nek."

"Nama saya Arion" sambungnya memperkenalkan diri.

"Oh, Nak Arion. Semoga betah tinggal di sini, ya," ujar Nenek Tami sekali lagi dengan senyuman tulus sebelum ia berbalik dan melangkah pelan menuju unit di sebelahnya.

Arion segera menutup pintu dan bersandar di baliknya. Ia menatap piring berisi bolu pisang di tangannya. Dengan gerakan malas, ia mengambil sepotong kecil kue tersebut dan menyuapkannya ke dalam mulut.

Namun, begitu bolu itu menyentuh lidahnya, ekspresi dingin Arion berubah total. Matanya sedikit membelalak. Teksturnya sangat lembut, berpadu dengan rasa manis pisang alami yang pas. Pertahanan sinisnya runtuh seketika. Tanpa sadar, Arion yang tadinya kesal kini justru melahap seluruh sisa bolu pisang itu dengan lahap.

***

Matahari mulai tergelincir di balik cakrawala Kota Nusa, menggantikan warna jingga sore dengan rona biru kelabu yang perlahan menggelap. Lampu-lampu jalan mulai menyala satu per satu, berpendar di tengah keramaian lalu lintas.

Lihat selengkapnya