The Sin Of Kalantaka

Ann Aizawa
Chapter #27

Ceroboh?

"Hai, Jimmy. How are you?" ujar Anaya manis, menyapa sang host yang langsung menyambutnya dengan senyuman lebar.

Jimmy menepuk dadanya pelan, "I'm really good!.Duh, siapa yang enggak bakal baik-baik aja kalau di hadapannya ada Anaya Vanilla? Setuju enggak, semuanya?" teriak Jimmy ke arah penonton studio, yang langsung dibalas sorakan meriah.

Anaya hanya tertawa kecil.

"Langsung aja nih ya, Anaya Vanilla. Katanya lagi ada proyek film baru sama Revan Valdy, ya?" tanya Jimmy membuka sesi obrolan inti.

"Iya, betul. Genre-nya dark romance, judulnya Sore Abadi Nan Jaya di Pangkuan Sayap-Sayap Patah" jawab Anaya anggun.

"Wah, judulnya sangat-sangat panjang dan sukses bikin penasaran!" puji Jimmy.

Di tengah obrolan panggung yang terus mengalir itu, Amira di balik layar memilih menunduk sejenak. Ia merogoh saku bajunya, mengeluarkan ponsel, dan mendapati sebuah pesan masuk dari Revan Valdy lengkap dengan sebuah PAP (photo a person) yang baru saja dikirimkan.

Revan: "Aku baru selesai syuting, Sayang. Kamu semangat ya kerjanya."

Amira membuka pesan itu pelan-pelan, melirik waswas ke kiri dan kanannya untuk memastikan suasana aman. Setelah itu, ia mengarahkan kamera ponselnya ke depan, mengambil foto suasana panggung yang sedang menyorot Anaya dan Jimmy yang asyik berbincang.

Amira: [Mengirim foto] 

Amira: "Tuh, yang katanya lagi DEKET sama kamu."

Tidak butuh waktu lama, balasan langsung masuk.

Revan: "Hahaha, itu cuma gosip, Sayang."

Revan: "Dia agak cabul, aku jadi takut."

Amira: "Ih, bohong banget. Kamu kan suka model yang begituan"

Revan: "Nggak lah, aku sukanya yang polos, galak dan manis kayak kamu"

Baru saja Amira hendak mengetik balasan berikutnya, sesosok bayangan tiba-tiba berdiri di sampingnya.

"Eh, lagi kerja malah main ponsel" goda Hana sambil melirik layar ponsel Amira dengan ekor matanya.

Amira buru-buru mematikan layar ponselnya, salah tingkah. "Ngecek rundown bentar."

"Ngecek rundown?. Yang bener?. Apa jangan-jangan ngecek chat dari pemadam kebakaran?" tanya Hana usil dengan suara dipelanin.

Mata Amira langsung membelalak kaget, menatap sahabatnya itu tidak percaya. "Ha? Kamu kenal sama Arion?"

"Kan aku udah cerita, aku satu gedung di Rusun Nusaindah sama dia." bisik Hana.

"Astaga, dia sempat nitip sesuatu. Ketinggalan di rusun" sambung Hana

Lihat selengkapnya