The Strange Case of Milan and Madrid

Galilea
Chapter #17

16. Nightmare

Lama aku menatap kartu tarot yang tak sengaja terselip di kerah bajuku saat ke rumah paranormal itu. Kebetulan atau …

“Mad, hidung kamu kenapa?” seseorang membuyarkan konsentrasiku.

“Tadi kena bola,” kataku, datar.

“Bola apa? Bola bowling? Awas kalau berantem! Inget bentar lagi ujian akhir!”

Buru-buru aku bangkit untuk menghindari percakapan yang tidak penting ini.

“O ya Mad, tadi gurunya Milan nelpon Papa.”

“O ya?” reflek aku duduk kembali. “Kok bisa?”

“Ibu itu sih cuma bilang kalau Milan agak kurang bersemangat di sekolahnya. Jadi dia pengin tahu dari sudut pandang papa kira-kira penyebabnya apa.”

“Cuma itu?”

“Aneh ya? Namanya anak sekolah biasa kali semangatnya naik turun. Apalagi kelas 12 lagi jenuh-jenuhnya. Kok sampai telepon?”

“Terus?”

“Ya Papa jawab apa adanya, kalau kita jarang komunikasi. Ujung-ujungnya, Papa yang banyak nanya sekolahnya Milan.”

Pasti Madrid berbuat ulah. Yang menelepon pasti guru BK.

“Tapi seneng juga, papa bisa terlibat dalam hidupnya Milan. Ibu itu juga janji kalau ada masalah dia bakal nelpon papa lagi.”

“Hemm …”

“Mad, coba kamu tanya Milan kira-kira dia ada masalah apa?”

“Nggak ada masalah apa-apa. Biarin ajalah.”

Lihat selengkapnya