The Strange Case of Milan and Madrid

Galilea
Chapter #26

25. Reunited

Pelan-pelan Madrid membuka kelopak matanya lalu melihat sekitar ruangan bercat putih. Meski belum sepenuhnya sadar, dia merasakan sesuatu yang berbeda. Rasanya seperti ....

Sontak, Madrid bangkit duduk kemudian menilik kedua telapak tangannya lalu meraba-raba wajah, kepala, dan seluruh badannya.

"Madrid."

Madrid menoleh ke samping ke sumber suara, di sana kembarannya juga duduk dengan posisi yang sama di ranjang sebelahnya. Kurang lebih tujuh detik mereka diam saling menatap tajam sebelum keduanya berlari ke toilet, melihat cermin.

Begitu di depan cermin mereka serentak menghembuskan napas lega. Madrid sampai ambruk di lantai saking lemasnya.

"We did it Sis!" seru Madrid kembali bangkit, tidak bisa berhenti tertawa sambil loncat-loncat seperti orang gila, seluruh tubuhnya benar-benar dibanjiri adrenalin. Ia menunjuk saudara kembarnya lalu menunjuk dirinya sendiri. "Lo Milan ... gue Madrid!" serunya bolak-balik ada mungkin sampai 10 kali. "Gue Madrid, M-A-D-R-I-D!"

Tak tahan melihat kehebohan Madrid, Milan langsung kembali ke kamar lalu duduk di tepi ranjangnya. Dia tetap tenang meski wajahnya dipenuhi tanda tanya.

Sebaliknya, Madrid makin menjadi-jadi, dia naik ke atas ranjangnya, mengepalkan kedua tangannya seolah baru saja mendapatkan kemenangan besar. "Yes! Madrid is back, baby!" pekiknya.

"Jangan berisik!" Milan menggelengkan kepala. "Kamu lupa ya kita lagi rumah sakit?"

"Sori ... sori ...," Madrid langsung duduk menarik napas dalam lalu mengeluarkannya pelan-pelan. "Gue masih gak percaya kita balik lagi. Berarti ide si Wolf berhasil ya?"

Milan memicingkan matanya. "Bisa jadi, atau ..."

Pintu kamar tiba-tiba terbuka dan munculah seorang pria memakai jaket denim hijau lumut. "Syukurlah kalian udah bangun, tadi–"

"Pap!" Madrid langsung melesat merangkul Marcel.

Pria itu sedikit canggung. "Milan?"

Madrid menggeleng.

Marcel menatap Madrid lalu Milan dengan seksama. "Jadi?"

****

Lihat selengkapnya