Angin pagi terasa lebih dingin dari biasanya, atau mungkin...itu hanya perasaan Haruto. Ia berjalan tanpa tujuan pasti, meninggalkan Windmere yang kini hanya tinggal abu. Setiap langkah terasa berat, tapi ia tidak berhenti, tidak boleh berhenti. Di punggungnya, tergantung sebuah pedang sederhana bukan pedang hebat, bukan peninggalan legendaris, hanya pedang biasa yang ia temukan di antara reruntuhan. Namun bagi Haruto...itu cukup.
"Kalau aku tetap di sana...aku juga akan mati," gumamnya pelan.
Langkahnya berhenti sesaat, ia menoleh ke belakang, hanya ada kabut tipis...dan kenangan.
"...Selamat tinggal." Dan tanpa menoleh lagi, ia melanjutkan perjalanan.
Beberapa hari berlalu, Haruto berjalan melewati hutan, bukit, dan jalan tanah yang panjang. Bekal yang ia bawa hampir habis, tubuhnya mulai melemah.
"Lapar..." gumamnya. Perutnya berbunyi keras, tiba-tiba...
GRAAAAK!!
Semak-semak di depannya bergerak. Haruto langsung mencabut pedangnya, refleks.
"Siapa disana?!"
Seekor makhluk keluar. Bertubuh kecil, kulit kehijauan, mata tajam, dan gigi yang menonjol keluar...Goblin. Makhluk kelas rendah, tapi tetap mematikan bagi seseorang seperti Haruto.
"Ngh..." Haruto menelan ludah, tangannya gemetar. "Ini pertama kalinya...aku bertarung sendirian..."
Goblin itu menyeringai. "Giiihh..." Lalu ia menyerang.
DASH!!
"Cepat sekali!" Haruto mengangkat pedangnya secara refleks.
CLANG!
Serangan goblin itu tertahan...nyaris. Kakinya terdorong mundur. "Berat...!"
Goblin itu tidak memberi kesempatan. Serangan kedua datang, kali ini lebih cepat. Haruto mencoba menghindar...
SLASH!
"AARGH!!" Lengannya terluka, darah mengalir, ia terjatuh.
Goblin itu mendekat perlahan, seolah menikmati momen itu. "Giiih..."