THE SWORDSMAN

Arief Rahman Hakim
Chapter #5

Jejak Menuju Kekuatan

Kesadaran Haruto kembali perlahan, seolah ia ditarik dari dasar kegelapan yang dalam. Tubuhnya terasa berat, setiap bagiannya dipenuhi rasa nyeri yang menusuk. Saat ia membuka mata, yang pertama kali ia lihat adalah langi-langit kayu sederhana, diterangi cahaya matahari yang masuk dari jendela kecil di sekitarnya.

Ia mengerang pelan. "...Aku masih hidup?"

"Sayangnya, iya."

Suara itu membuat Haruto menoleh dengan cepat atau setidaknya secepat yang diizinkan tubuhnya. Di sudut ruangan, duduk seorang pria yang sangat ia kenali...Kurogane. Pria itu bersandar santai, seolah tidak ada yang istimewa dengan kejadian kemarin. Tatapannya tenang, tapi tetap tajam seperti sebelumnya.

Haruto mencoba bangkit, namun rasa sakit langsung menjalar ke seluruh tubuhnya.

"Jangan dipaksakan," kata Kurogane datar. "Lukamu belum sepenuhnya pulih."

Haruto mengabaikannya dan tetap memaksa duduk, meski dengan nafas berat. "Aku...tidak mati," gumamnya, lebih kepada dirinya sendiri.

"Kau hampir mati," jawab Kurogane tanpa emosi. "Perbedaannya tipis." Hening sejenak memenuhi ruangan itu.

Haruto menunduk, tangannya mengepal di atas selimut kasar. "...Kenapa kau menyelamatkanku?"

Kurogane tidak langsung menjawab. Ia berdiri perlahan, lalu berjalan mendekat hingga berdiri di samping tempat tidur.

"Aku sudah bilang," katanya singkat. "Aku penasaran."

"Penasaran?"

"Ya. Biasanya orang sepertimu akan lari atau mati dalam satu serangan." Ia menatap Haruto lurus. "Tapi kau bertahan lebih lama dari yang seharusnya."

"Itu bukan karena aku kuat."

"Memang bukan." Jawaban itu datang dengan cepat, tanpa basa-basi, tanpa simpati. "Tapi itu berarti ada sesuatu yang bisa diasah."

Kata-kata itu membuat Haruto teringat, harapannya...muncul sedikit.


Haruto mengangkat kepalanya dan menatap Kurogane dengan serius. "Ajari aku." Tidak ada keraguan dalam suaranya. "Aku ingin menjadi kuat."

Kurogane memperhatikan beberapa detik, seolah menilai sesuatu yang tidak terlihat. "Semua orang bilang begitu."

"Aku berbeda."

"Oh?" alis Kurogane sedikit terangkat. "Apa yang membuatmu berbeda?"

Haruto menarik napas dalam. "Aku tidak punya tempat untuk kembali." Ruangan itu kembali sunyi. "Kalau aku tetap lemah...aku tidak punya apa-apa."

Tatapan Haruto tidak goyah. "Aku akan mati...tanpa pernah melakukan apapun."

Lihat selengkapnya