THE SWORDSMAN

Arief Rahman Hakim
Chapter #6

Kembali ke Guild

Hari-hari berikutnya berubah menjadi rutinitas yang keras dan tanpa belas kasihan. Setiap pagi sebelum matahari terbit, Haruto sudah berdiri di tengah hutan dengan pedang di tangannya. Tubuhnya masih belum sepenuhnya pulih, namun Kurogane tidak pernah memberi kelonggaran.

"Ulangi."

Ayunan pedang.

"Lebih rendah."

Ayunan lagi.

"Posturmu salah."

Dan lagi.

Tidak ada teknik rumit, tidak ada jurus hebat, hanya dasar berulang kali, sampai tubuh Haruto hampir menyerah.

"Kenapa...kita hanya melakukan ini?" tanya Haruto suatu pagi, nafasnya berat.

Kurogane berdiri beberapa langkah di belakangnya, mengawasi tanpa ekspresi. "Karena kau bahkan belum layak mempelajari teknik." Jawaban itu dingin, tapi jujur.

Haruto menggertakkan gigi, lalu kembali mengayunkan pedangnya.

Hari demi hari berlalu. Luka lama belum sepenuhnya sembuh, tapi luka baru terus muncul. Namun perlahan...ada sesuatu yang berubah. Ayunannya menjadi lebih stabil, nafasnya lebih teratur, kakinya tidak lagi goyah seperti sebelumnya. Dan yang paling penting...matanya lebih tenang, lebih fokus.


Suatu sore, setelah latihan panjang yang membuat tubuhnya hampir roboh, Kurogane akhirnya berbicara.

"Cukup."

Haruto berhenti, keringat membasahi seluruh tubuhnya. "Apa aku...sudah selesai untuk hari ini?"

"Untuk di sini, ya."

Haruto mengerutkan dahinya. "Di sini?"

Kurogane menatapnya. "Kalau kau hanya berlatih tanpa bertarung, kau tidak akan berkembang."

Haruto terdiam.

"Kembali ke Guild," lanjut Kurogane. "Ambil misi, bertarung. Rasakan sendiri perbedaannya."

Jantung Haruto berdegup lebih cepat. Guild, tempat semuanya dimulai.

"...Aku mengerti."

Kurogane berbalik. "Dan satu hal lagi."

Haruto menunggu.

"Jangan mati."

Lihat selengkapnya