Suasana Guild hari itu lebih ramai dari biasanya. Papan misi dipenuhi lembaran baru, dan para petualang berkumpul dalam kelompok-kelompok kecil, berdiskusi, berdebat, bahkan bertengkar soal pembagian tugas. Haruto berdiri di depan papan misi, matanya menelusuri bagian tengah, bukan lagi bagian paling bawah seperti sebelumnya. Ia berhenti pada satu misi.
"Subjugasi Goblin Camp (±10-15 ekor): Direkomendasikan Party 3-5 orang: Rank F/D."
Tangannya sedikit mengepal. "Kalau sendiri...terlalu berisiko."
"Bagus. Kau mulai berpikir." Suara Hayate muncul dari samping, seperti biasa tanpa peringatan.
Haruto meliriknya. "Ini terlalu banyak untuk solo."
Hayate mengangguk santai. "Akhirnya kau sadar." Ia menunjuk ke arah belakang ruangan. "Kalau mau ambil itu...kau butuh party."
Haruto mengikuti arah pandangannya. Beberapa kelompok terlihat sudah terbentuk. Ada yang terdiri dari swordsman dan guardian, ada juga yang lengkap dengan wizard dan healer.
"...Aku tidak punya tim."
"Belum," koreksi Hayate. "Tapi bisa."
Haruto menatapnya. "Kau mau ikut?"
Hayate tersenyum tipis. "Tergantung siapa lagi yang gabung." Seolah sudah direncanakan, seseorang mendekat dari arah lain.
"Kalau kalian butuh healer...aku bisa bantu." Suara itu lembut, tapi jelas.
Haruto menoleh. Seorang gadis dengan rambut panjang berwarna terang berdiri di sana, mengenakan pakaian ringan khas pengguna sihir penyembuhan.
"Aku Hinari," katanya sambil tersenyum. "Healer kelas F."
Hayate mengangkat alis. "Menarik. Party kita mulai terbentuk."
Belum sempat Haruto menjawab, suara lain masuk dengan nada lebih santai. "Heh, kalau cuma bertiga...bakal repot kalau diserbu dari banyak arah."
Seorang pria dengan dua belati di pinggangnya berjalan mendekat. "Aku Shizuma. Assassin kelas D." Ia menyeringai. "Kalian terlihat seperti butuh seseorang yang cepat."
Haruto menatap satu persatu. Swordsman (dirinya), Archer (Hayate), Healer (Hinari), Assassin (Shizuma). Komposisi...yang seimbang.
"Kalau begitu..." Haruto menarik nafas, "...kita bentuk party."
Perjalanan menuju lokasi tidak terlalu jauh, namun suasana di antara mereka masih canggung. Hayate berjalan santai di depan, matanya sesekali mengamati sekitar. Shizuma bergerak lebih bebas, kadang menghilang dari pandangan, lalu muncul lagi entah dari mana. Hinari berjalan di tengah, sementara Haruto berada di depan, memimpin arah.
"Jadi," kata Shizuma tiba-tiba, "Kau yang jadi leader?"
Haruto sedikit terkejut. "Apa?"
"Biasanya swordsman yang di depan itu leader," lanjut Shizuma. "Atau kau cuma jalan tanpa rencana?"
Haruto terdiam sejenak. "...Aku belum terbiasa memimpin."
Hayate tertawa kecil. "Kelihatan."
Hinari tersenyum menenangkan. "Tidak apa-apa. Yang penting kita saling jaga."
Hayate mengangkat bahu. "Selama kita tidak mati, aku tidak peduli."
Haruto mengepalkan tangannya pelan. Ini berbeda dari bertarung sendiri... Ia menarik nafas. "...Baik. Kita bagi peran."
Mereka semua menoleh.
"Hayate, kau jaga jarak dan beri dukungan dari belakang."