Langit mulai berubah jingga saat haruto dan kelompoknya keluar dari lingkungan tua itu. Udara terasa lebih ringan, seolah tekanan aneh yang membuat tempat itu perlahan menghilang seiring mereka menjauh. Namun bagi Haruto...sesuatu justru terasa semakin berat. Pedang di tangannya, ia bisa merasakannya, denyut halus...seperti jantung yang hidup.
"Haruto," suara Hinari memanggil dengan lembut, "kau baik-baik saja?"
Haruto sedikit tersentak dari lamunannya, lalu perlahan mengangguk. "Ya...hanya sedikit lelah."
Hayate berjalan di sampingnya, melirik pedang itu. "Kalau itu yang kau sebut 'lelah', aku jadi penasaran bagaimana kalau kau serius."
Shizuma tertawa kecil dari belakang. "Jangan mendorong dia terlalu jauh. Kita bahkan belum tahu apa efek dari benda itu."
Haruto terdiam sejenak, lalu dimasukkan kembali ke sarungnya. "...Aku juga belum sepenuhnya mengerti."
Namun di dalam hatinya, dia tahu satu hal, pedang itu...bukan sesuatu yang bisa diabaikan.
Saat mereka kembali ke Guild, suasana langsung berubah. Tidak lagi sekadar bisikan, kini...perhatian.
"Oi...mereka kembali dari reruntuhan tua itu."
"Serius? Tempat itu katanya berbahaya untuk peringkat D."
"Dan mereka masih utuh..."
Haruto bisa merasakannya. Lebih berat dari sebelumnya, namun ia tidak berhenti, ia berjalan menuju meja pendaftaran.
"Kami menyelesaikan misi eksplorasi."
Petugas itu mengungkapkan ekspresi terkejut yang tidak disembunyikan. "...Dengan lengkap?"
Hayate. "Sayangnya, iya."