THE SWORDSMAN

Arief Rahman Hakim
Chapter #11

Pedang yang Terikat Takdir

Malam itu, suasana di dalam Bar terasa lebih santai dibandingkan biasanya. Lampu-lampu hangat menghasilkan ruangan, suara tawa dan percakapan ringan memenuhi udara. Haruto duduk bersama kelompoknya di sebuah meja kayu di sudut ruangan. Di sebelahnya, minuman hangat yang belum banyak disentuh.

"Kita tdak perlu terburu-buru mengambil misi berikutnya," kata Hinari pelan. "Kita baru saja naik ke kelas D...kita harus menyesuaikan diri dulu."

Hayate mengangguk sambil bersandar santai. "Benar juga. Kelas D bukan main-main. Monster yang kita hadapi nanti tidak akan seperti goblin lagi."

Shizuma menatap gelasnya sambil tersenyum tipis. "Semakin berbahaya...semakin menarik."

Haruto tidak langsung menanggapi, pikirannya...masih terikat pada satu hal, pedang itu.

Hinari memperhatikannya. "Haruto...kamu masih memikirkan pedang itu, ya?"

Haruto sedikit tersentak, lalu mengangguk. "...Aku tidak bisa mengabaikannya."

Hayate menyilangkan tangan. "Jujur saja, benda itu terasa...tidak normal."

Shizuma menambahkan, "aku pernah melihat artefak sebelumnya, tapi yang itu...berbeda."

Haruto membuka tangannya sendiri. "...seperti sesuatu yang hidup."

Hening memarkir meja mereka, lalu Haruto berdiri perlahan. "Aku keluar sebentar."

Hinari langsung bertanya. "Sendirian?"

Haruto setuju. "Hanya ingin mencari udara segar." Tanpa menunggu jawaban lebih lanjut, ia berjalan keluar dari bar.


Udara malam terasa dingin saat Haruto melangkah keluar. Jalanan lebih sepi dibandingkan siang hari, hanya suara angin dan langkah kaki yang terdengar. Ia berhenti sejenak, menatap langit.

"...Aku harus memahami kekuatan ini."

Tangannya secara refleks menyentuh gagang pedang, namun...dalam sesaat...Hening...berubah.

Naluri Haruto langsung bereaksi. "...Siapa di sana?"

Tidak ada jawaban, hanya bayangan, dan detik berikutnya...

SWOOSH...

Dunia...menghilang.


Saat Haruto membuka matanya kembali...ia sudah ada di tempat lain, gelap, dingin, tangannya terikat.

"...Tch." Ia mencoba bergerak, tapi ikatan itu kuat.

Lihat selengkapnya