THE SWORDSMAN

Arief Rahman Hakim
Chapter #12

Kabut di Mourning Marsh

Pagi itu, suasana Guild sedikit lebih tenang dibanding biasanya. Haruto dan kelompoknya berdiri di depan papan misi, kali ini tanpa ragu menatap bagian kelas D. Matanya berhenti pada satu misi.

"Pengawalan dua pedagang menuju desa Hamlet: Rute selatan Hutan Lune melalui Moarning Marsh."

Hinari membaca detailnya dengan perlahan. "...Rawa Mourning Marsh...aku pernah dengar tempat itu."

Hayate menyilangkan tangan. "Tempat dengan kabut tebal, jarak pandang rendah, dan..." ia berhenti sejenak. "...banyak cerita buruk."

Shizuma menyeringai tipis. "Kalau tidak berbahaya, tidak mungkin jadi kelas D."

Haruto tetap diam beberapa saat, lalu berkata... "Kita ambil."

Tidak ada yang membantah.


Di luar Guild, dua pedagang sudah menunggu. Seorang pria paruh baya dengan wajah tegang, dan seorang lagi lebih muda, terlihat terus-menerus melihat ke sekitar dengan cemas.

"Ah, kalian yang menerima misi kami?" tanya yang lebih tua.

Haruto mengangguk. "Ya. Kami akan mengawal kalian ke Hamlet."

Pria itu menghela nafas lega. "Terima kasih...kami benar-benar tidak punya pilihan selain melewati Mourning Marsh."

"Kenapa tidak ambil rute lain?" tanya Hayate.

"Lebih lama," jawab pedagang itu. "Dan barang kami tidak bisa menunggu."

Shizuma menatap gerobak mereka. "Barang penting, ya."

Pedagang itu hanya mengangguk tanpa menjelaskan lebih lanjut.

Haruto melangkah ke depan. "Kita berangkat sekarang."


Perjalanan awal berjalan lancar, namun saat mereka memasuki wilayah selatan Hutan Lune...segalanya berubah. Kabut mulai muncul, tipis...lalu semakin tebal. Tanah menjadi lembek, langkah kaki terasa berat. Pohon-pohon mati berdiri seperti bayangan.

"Ini tempatnya..." bisik Hinari pelan.

Hayate mengangkat busurnya sedikit. "Jarak pandang buruk. Kita harus hati-hati."

Shizuma sudah menghilang dari posisi terbuka, bergerak dalam bayangan. Haruto berjalan di depan, matanya fokus.

"...Semua tetap dekat."

Lihat selengkapnya