Malam di Emporion terasa berbeda sejak kejadian beberapa hari terakhir. Lampu-lampu jalan tetap menyala, penjaga kota tetap berpatroli, namun ada sesuatu yang hilang...rasa aman yang dulu terasa biasa kini berubah menjadi kewaspadaan dia-diam. Haruto berjalan bersama Hayate dan Shizuma di sepanjang jalan yang lebih sepi dari biasannya. Hinari tidak bersama mereka, dan ketidakhadirannya...terasa.
"Tempat ini jadi terlalu sunyi," gumam Hayate pelan, matanya menyapu ke arah gang-gang sempit.
Shizuma berjalan sedikit di belakang, suaranya rendah. "Sunyi bukan berarti aman."
Haruto tidak menjawab. Tangannya sesekali menyentuh gagang pedangnya, ia bisa merasakan sesuatu. Tidak jelas, namun ada...seperti bayangan yang menunggu waktu.
Mereka tidak perlu menunggu lama. Dari kejauhan, terdengar suara langkah terasa...diikuti suara kayu bergeser.
Haruto langsung berhenti. "Di sana."
Mereka bergerak tanpa banyak bicara, menyelinap melalui jalan sempit menuju sumber suara. Di balik sebuah gudang kecil...tiga sosok terlihat, bandit, mereka sedang memindahkan karung makanan dengan gerakan cepat...tapi tidak rapi. Gerakan mereka...aneh, kaku, namun agresif.
"Lagi..." gumam Hayate.
Shizuma menyipitkan mata. "Dan kali ini...lebih banyak."
Haruto melangkah keluar dari bayangan. "Berhenti."
Ketiga bandit itu berhenti, perlahan...mereka menoleh. Mata mereka kosong, namun...cahaya gelap mulai muncul dari dalamnya.
"...Malam membuatnya aktif." bisik Shizuma.
Tangan salah satu bandit bergerak, lalu...bayangan muncul, memanjang, mengeras, membentuk...cakar.
"...!"
Bandit itu langsung menyerang, cepat, brutal.
"Cepat!" teriak Hayate.
Ia melepaskan panah...namun bandit itu menghindar dengan gerakan yang tidak alami. Haruto maju menahan serangan.
CLANG!
Cakar bayangan itu menghantam pedangnya, kekuatan benturannya...tidak seperti manusia biasa.
"Ini bukan kekuatan mereka sendiri..."
Serangan kedua datang dari samping...
SLASH!