THE SWORDSMAN

Arief Rahman Hakim
Chapter #18

Retakan di Gerbang Emporion

Udara malam terasa berat di gerbang kota Emporion. Para penjaga kota mulai berkumpul, membawa perisai dan tombak. Beberapa adventurer lain juga berdatangan, dipanggil oleh kegaduhan yang tidak biasa. Haruto berdiri di garis depan bersama Hayate, Shizuma, dan Renzo. Matanya tertuju ke kegelapan di luar gerbang.

"Mereka masih mendekat," gumam Hayate pelan, mencoba menenangkan nafasnya meski lengannya masih terasa nyeri.

Shizuma berdiri dengan sikap santai seperti biasa, tapi matanya jauh lebih tajam. "Jumlahnya...lebih dari yang kita hadapi sebelumnya."

Renzo menancapkan gadanya ke tanah sebentar. "Kita tidak bisa membiarkan mereka masuk."

Haruto tidak berkata apa-apa. Tangannya perlahan menggenggam pedangnya, dan di kejauhan...bayangan itu mulai terlihat jelas.


"Datang!" teriak salah satu penjaga.

Gelombang pertama menyerang. Goblin dan bandit yang telah dikuasai bayangan itu berlari tanpa formasi, tanpa takut, hanya satu tujuan...menembus gerbang.

"Pertahankan posisi!" teriak Renzo.

Benturan pertama terjadi. Logam bertabrakan, teriakan pecah, Haruto maju...pedangnya berkilat.

SLASH!

Satu goblin tumbang, namun langsung digantikan oleh dua lainnya. Hayate menembakkan panah bertubi-tubi dari belakang. Shizuma bergerak cepat di antara musuh, menghabisi target dengan efisiensi tinggi. Renzo berdiri seperti benteng, setiap ayunan gadanya menghancurkan musuh di depannya. Namun...mereka tidak berhenti datang.


Waktu terasa melambat. Namun musuh...tidak, gelombang demi gelombang terus datang. Tubuh-tubuh jatuh, namun digantikan. Haruto mulai merasakan kelelahan, nafasnya berat, lengannya mulai terasa lambat.

"Haruto!" teriak Hayate. "Kiri!"

Ia menoleh...terlambat.

SLASH!

Cakar bayangan mengenai sisinya. "...Ghh!" Ia mundur beberapa langkah, darah mengalir.

Lihat selengkapnya