Langit malam di atas gerbang Emporion tidak lagi terasa seperti langit yang sama. Seolah kegelapan itu sendiri...turun lebih dekat.
Itsuki Kagehira berdiri di tengah kehancura, tubuhnya kini sepenuhnya diselimuti oleh bayangan parasit yang berputar-putar seperti makhluk hidup. Aura yang keluar darinya bukan lagi sekadar tekanan...melainkan sesuatu yang membuat nafas terasa berat, langkah terasa bertahan, dan pikiran perlahan tercekik.
Ia melangkah satu langkah ke depan, dan tanah di bawah retak.
"Beginilah seharusnya dunia..." ucapnya pelan, namun suara menggema seperti berasal dari banyak arah sekaligus.
Dengan satu gerakan...bayangan meledak ke segala arah.
WHOOOM!!
Puluhan penjaga dan petualang terpental, beberapa langsung tak mampu bangkit.
Hayate terjatuh dengan nafas terengah-engah. "Ini...gila..."
Renzo menahan tubuhnya dengan gada, tapi lututnya mulai goyah. "Tekanannya...meningkat dratis..."
Shizuma berdiri di depan, mencoba menahan gelombang bayangan yang terus menghantam. Namun bahkan dia...mulai mendorong mundur. Shizuma mengangkat tangannya, bayangan miliknya muncul...lebih pekat dari sebelumnya, membentuk lapisan seperti perisai di depan mereka.
"Jangan mundur!" katanya tegas.
Gelombang bayangan dari Itsuki menghantam
RETAKAN...
Lapisan itu retak, namun tetap bertahan untuk cukup beberapa detik, cukup untuk memberi ruang.
"Haruto!" teriak Shizuma.
Haruto sudah bergerak, meski tubuhnya penuh luka, meski nafasnya berat, matanya tetap fokus. Ia mengangkat pedangnya, energi itu kembali mengalir. Namun kali ini...lebih terkendali, lebih dalam.
"Aku akan membuka jalannya!"
Shizuma memperkuat lapisan itu. "Cepat!"
Renzo maju dari sisi kanan, gadanya menghantam tanah...menciptakan celah kecil dalam tekanan itu. Hayate, meski terluka, tetap menarik busurnya. Panah melesat...membuka gangguan kecil pada aliran bayangan. Dan Haruto...melangkah masuk.
"Sekarang!" teriak Hayate.