THE SWORDSMAN

Arief Rahman Hakim
Chapter #23

Tempat untuk Kembali

Hari-hari di Emporion kembali berjalan seperti biasa. Tidak ada lagi kabut tebal, tidak ada bayangan yang bergerak di balik kulit manusia, dan tidak ada tekanan yang membuat nafas terasa berat. Kota itu perlahan kembali menjadi dirinya sendiri...hidup, sederhana, dan penuh dengan rutinitas yang dulu terasa biasa, namun kini...terasa berharga.

Haruto berjalan menyusuri jalan utama tanpa membawa pedang di tangannya, sesuatu yang jarang ia lakukan sebelumnya. Langkahnya santai, tidak terburu-buru, seolah untuk pertama kalinya ia benar-benar berjalan tanpa tujuan selain menikmati waktu.

Di sampingnya, Hayate menguap panjang. "Sudah beberapa hari...tapi aku masih belum terbiasa dengan ketenangan ini," katanya sambil meregangkan tubuh.

Shizuma berjalan sedikit di belakang, kedua tangannya dimasukkan ke dalam saku. "Kau terlalu terbiasa dengan masalah," jawabnya datar, meski ada sedikit nada santai dalam suaranya.

Haruto hanya tersenyum tipis. "...Mungkin itu benar."

Namun di dalam dirinya, ia tidak tahu ketenangan ini bukan sesuatu yang akan bertahan selamanya.


Para adventurer kelas S dari Celestia telah pergi. Tidak ada perpisahan besar, tidak ada upacara, bahkan banyak warga kota yang tidak menyadari kapan mereka meninggalkan Emporion. Seperti kedatangan mereka yang tiba-tiba, kepergian mereka pun sama tenang, tanpa suara, tanpa jejak, yang tersisa hanyalah cerita. Dan kesan yang tidak mudah dilupakan.

Itsuki Kagehira pun telah dibawa bersama mereka, terikat dalam segel yang tidak bisa dilihat oleh mata biasa, namun cukup kuat untuk menahan sesuatu yang bahkan mampu menghancurkan satu kota.

Haruto berdiri sejenak di dekat gerbang, menatap ke arah jalan yang mengarah keluar kota. "...Mereka sudah pergi," katanya pelan.

Hayate mengangguk. "Ya. Dunia mereka...memang bukan di sini."

Shizuma melirik sekilas. "Dan mungkin suatu saat...kita juga akan ke sana."

Haruto tidak menjawab, namun kata-kata itu...tetap tinggal di pikirannya.


Di salah satu sudut kota, Hinari berdiri dengan senyum lembut yang akhirnya kembali seperti semula. Tubuhnya sudah pulih sepenuhnya setelah beberapa hari beristirahat, meskipun pengalaman yang ia alami masih tersisa sebagai bayangan kecil dalam ingatannya.

"Kalian terlalu berisik pagi-pagi," katanya sambil tersenyum.

Hayate langsung tertawa. "Setidaknya sekarang kau bisa ikut mengeluh lagi."

Lihat selengkapnya