THE SWORDSMAN

Arief Rahman Hakim
Chapter #30

Jejak yang Terbelah

Pagi di desa Glima datang tanpa kehangatan yang biasanya menyertai matahari terbit, karena meskipun cahaya perlahan menyinari rumah-rumah kayu dan jalan tanah yang sempit, suasana di desa itu tetap terasa berat, seolah bayangan malam sebelumnya belum benar-benar pergi.

Haruto berdiri di tengah desa bersama yang lain, wajahnya tenang namun matanya menyimpan sisa kewaspadaan, sementara Renzo menguap pelan sambil menyandarkan gadanya di tanah, dan Shizuma berdiri tidak jauh dengan ekspresi seperti biasa, setengah acuh namun jelas memperhatikan sekitar. Arata dan Sayaka juga sudah berkumpul, keduanya terlihat lebih fokus dibanding hari sebelumnya, seolah kejadian malam tadi telah mengubah cara mereka memandang situasi ini.

Untuk beberapa saat, tidak ada yang berbicara, hanya keheningan yang terasa tidak nyaman, lalu...

Sayaka membuka suara. "...Healer kalian di mana?"

Kalimat itu sederhana namun cukup untuk membuat udara di sekitar mereka membeku sejenak.

Haruto mengerutkan kening. "...Apa maksudmu?"

Sayaka menatap satu persatu. "Hinari."

Hening...

Shizuma sedikit mengangkat alisnya. "...Dia tidak bersama kalian?"

Renzo langsung menoleh ke sekeliling. "Tunggu...bukannya dia tadi malam..."

Ia terdiam karena bahkan ia sendiri tidak bisa mengingat dengan jelas kapan terakhir kali melihatnya. Haruto menatap ke arah jalan kosong di depan, pikirannya mencoba mengingat namun yang ia temukan...kosong.

"...Aku tidak melihatnya sejak semalam."


Ketegangan mulai muncul perlahan, bukan kepanikan namun sesuatu yang lebih dingin...kesadaran.

Arata menyilangkan tangan. "Kita kehilangan seseorang...dan tidak ada yang sadar."

Sayaka menghela nafas pelan, namun jelas ada tekanan dalam suaranya. "...Ini bukan hal kecil."

Renzo menggertakkan giginya. "Sial...kita terlalu fokus pada serangan semalam."

Shizuma menatap ke arah hutan. "...Atau memang itu tujuannya."

Hening kembali...Haruto berdiri diam namun di dalam dirinya satu hal mulai terbentuk.

Ini bukan kebetulan.

Lihat selengkapnya