THE SWORDSMAN

Arief Rahman Hakim
Chapter #35

Di Balik Ketenangan

Pagi kembali menyelimuti desa Glima dengan cahaya hangat yang perlahan masuk melalui celah-celah rumah kayu, membawa suasana yang terasa ringan dan hampir menipu, seolah semua yang pernah terjadi hanyalah bagian dari masa lalu yang sudah selesai, meskipun bagi beberapa orang, bayangan itu belum benar-benar pergi.

Haruto berjalan santai di jalan desa bersama Renzo, keduanya tidak sedang menjalankan tugas khusus, hanya membantu pekerjaan ringan yang diminta warga, seperti mengangkut air atau memperbaiki bagian kecil yang belum selesai, dan untuk pertama kalinya, langkah mereka tidak dipenuhi rasa waspada yang berlebihan.

"Kalau terus begini," kata Renzo sambil mengangkat ember air dengan mudah, "aku bisa lupa kalau kita sebenarnya sedang menjalankan tugas."

Haruto tersenyum tipis. "...Kadang kita perlu."

Tidak jauh dari mereka, Hinari terlihat membantu seorang wanita tua menyusun tanaman obat di depan rumahnya, gerakannya masih sedikit hati-hati namun jauh lebih stabil dibanding beberapa hari sebelumnya, dan senyuman kecil yang ia berikan setiap kali berbicara dengan warga membuat suasana di sekitarnya terasa lebih hangat.

"Terima kasih, Nak," kata wanita tua itu.

Hinari menggeleng pelan. "Tidak apa-apa...ini juga membantu aku berlatih."

Namun meskipun terlihat normal, ada sesuatu yang masih tertinggal.

Arata berdiri tidak jauh dari tempat Hinari berada, bersandar ringan pada pagar kayu sambil memperhatikan tanpa ikut mendekat, matanya tidak menunjukkan penilaian yang keras, namun jelas sedang berpikir.

Ia melihat bagaimana Hinari bekerja, bagaimana ia berbicara, bagaimana ia mencoba.

"...Dia berubah," gumamnya pelan.

Namun perubahan itu belum cukup, setidaknya bagi sebagian orang.

Ketika Hinari tanpa sengaja berpapasan dengan Sayaka di jalan desa, langkah mereka sedikit melambat, seolah keduanya menyadari keberadaan satu sama lain, namun tidak ada kata yang keluar. Hinari membuka mulut seolah ingin berbicara namun tidak jadi. Sayaka tetap berjalan, tanpa menoleh, tanpa berhenti, dan momen itu berlalu begitu saja, meninggalkan sesuatu yang tidak terlihat namun jelas terasa.

Lihat selengkapnya