The Track of Us

Febby Yonika
Chapter #3

Track 2 : Kelanjutan Kisah Kita

Inspiration Song : Manato Funatsu - Koi no Tsudzuki

Tokoh : Riki & Sakurako

────୨ৎ────

"Jika ada jutaan kemungkinan di dunia ini, aku tetap percaya salah satunya adalah diciptakannya pertemuan kita."

‧₊˚♪ 𝄞₊˚⊹

Jika ada sebuah dunia lain, sebuah garis waktu di mana kamu tidak pernah hadir di sisiku,

mungkin aku akan memilih untuk tidak jatuh cinta kepada siapa pun.

Bukan karena aku tidak mampu mencintai, tetapi karena rasanya tidak ada seorang pun yang ingin kutemui sebelum bertemu denganmu.

Hanya saja sejak hari itu, aku mengerti bahwa beberapa pertemuan bukan sekadar kebetulan.

Pagi itu aku berdiri di tepi sungai, menatap langit yang luruh dan menari di atas permukaan air. Udara masih menyisakan dingin yang tipis, namun terasa begitu hangat untuk menemani langkah-langkah kecilku berlari. Setiap derap langkahku kemudian memecah kesunyian pagi. Di sampingku, aliran sungai mengalir tenang, membawa pergi sisa-sisa mimpi semalam yang belum sempat selesai.

Namun, langkah kakiku mendadak melambat ketika mataku menangkap sesosok siluet di kejauhan. Di sana, di bawah rindang pohon yang berselimut embun, aku melihatmu sedang berjalan santai bersama anjing peliharaanmu.

Anjingmu rupanya lebih peka dari sekumpulan awan di langit pagi itu. Ia tiba-tiba menoleh, seolah menyadari keberadaanku yang berdiri tak jauh dari sana. Tanpa aba-aba, langkah kecilnya berubah menjadi lompatan antusias, berusaha berlari ke arahku sambil menarik tali kekangnya hingga membuatmu sedikit terhuyung.

Gonggongan cerianya memecah kesunyian, mengundang senyum yang tak bisa kusembunyikan. Di antara kepanikan kecilmu yang berusaha menahannya dan tarikan talinya yang begitu bersemangat, tatapan kita akhirnya bertemu. Langkah kakiku yang semula sudah melambat kini benar-benar terhenti, bersiap menyambut peliharaanmu—atau mungkin, sebenarnya bersiap menyambut kehadiranmu yang kini hanya berjarak beberapa jengkal saja.

"Maaf ya," ucapmu dengan sopan, memamerkan senyum yang merekah ramah dari wajahmu.

Aku terdiam beberapa detik. Gonggongan anjingmu menyadarkanku dari lamunan beberapa detik itu.

"Nggak apa-apa," ucapku membalas senyumanmu. "Anjingmu lucu ya, boleh kusentuh?" Aku meminta izin untuk mengelus anjing menggemaskan yang kini ada di depanku.

"Tentu saja." Matamu memancarkan binar yang terasa hangat.

Aku berjongkok untuk menjangkau anjingmu. "Namanya siapa?" tanyaku sambil mengelus bulunya yang lembut.

"Mochi," sahutmu ramah, diiringi kibasan ekor Mochi yang semakin bersemangat.

"Lucu sekali kamu, Mochi... Mochi..." Aku menggoda anjingmu dengan nada jenaka. Alih-alih diam, ia justru semakin gencar mengibaskan ekornya, seolah mengerti setiap pujian yang kuucapkan.

Riki," ucapku memperkenalkan diri sembari mengulurkan tangan, mengajakmu berkenalan.

Kamu menyambut uluran tanganku hangat. "Sakurako," balasmu singkat.

Pertemuan yang teramat singkat itu, entah bagaimana caranya, meninggalkan jejak yang begitu nyata. Mengendap di sudut hati, berputar tanpa henti di dalam kepala.

Aku sempat berpikir bahwa aku tidak akan bertemu denganmu lagi. Menaruhmu di dalam laci ingatan yang sama dengan orang-orang yang pernah kukenal dalam perjalanan singkat, lalu berakhir asing dan tak lagi jumpa. 

Namun, ada sesuatu yang tidak terlihat oleh mata ,seperti benang merah yang diam-diam menghubungkan dua hati yang belum saling mengenal. Benang yang membawa langkahku kepadamu, dan membawamu sampai tepat di hadapanku.

Lihat selengkapnya