The Unwritten Child

Meliyana Jia
Chapter #29

Epilog

Tubuh Naira tersentak, seolah melewati tidur panjang. Napasnya sedikit memburu, butuh beberapa detik agar nyawanya bisa terkumpul sepenuhnya dan menyadari jam saku tidak ada lagi bersamanya, hanya ada sebuah album berada di pangkuan. 

Naira memandang sekitar dengan kaget. 

"Naira, kamu kenapa? Masih pengin lihat foto-fotonya?" Suara Kirana mengalihkan atensi Naira.

Naira menatap sang bunda dengan ribuan pertanyaan yang hanya tertahan di tenggorokan. Di mana dirinya sekarang dan sekarang kapan? Butuh beberapa menit bagi sistem perjalanan waktu mengembalikan semua memori Naira yang terekam di tahun 1993 hingga 1999. 

Naira memegang dadanya sendiri yang terasa berdebar. Ia mengingat semuanya sekarang. Ia baru saja kembali dari pejalanan waktu selama kurang lebih enam tahun. Ia telah menghapus sejarah yang tak diinginkan. 

Naira telah mengubah masa depannya saat ini. Naira tau jawabannya sangat dekat, ada di sekitarnya. Ia melihat kamarnya yang tak banyak berubah, hanya saja terasa lebih nyaman, ada rasa aman yang selama ini dicari-cari. Lalu Album ....

"Mau, Bun."

Kirana tersenyum lalu mulai memperlihat foto-foto masa muda Kirana yang tidak berbeda dengan foto-foto yang pernah ia lihat sebelumnya. Lalu berpindah pada foto-foto masa kecil Naira, dari bayi hingga remaja. 

Sekali lagi, dari bayi hingga remaja.

Naira melihat foto dirinya yang berumur lima tahun, di mana di dalam foto tersebut Kirana menggendong Naira dan ayahnya merangkul mesra pinggang bundanya. Sama seperti sedia kala. Lalu yang mengejutkan Naira adalah foto-foto berikutnya yang sama sekali tidak ada dalam ingatannya. 

Kirana menunjuk satu foto. Di mana Naira, Kirana, dan Adhikara sedang piknik di sebuah taman. "Ini waktu kamu umur enam tahun, kita lagi piknik karena permintaan kamu. Ingat, nggak?" kekeh Kirana.

Naira hanya tersenyum haru dengan air mata membendung. Walaupun tidak ingat, ia bisa merasakan bahagianya. 

"Kalau ini, Naira jadi juara waktu kelas satu SD." Tampak Naira memegang piala dengan Adhikara yang menggendongnya sambil tersenyum, dan Kirana di sebelah memeluk lengan Adhikara.

Lihat selengkapnya