Pada masanya, seseorang akan pergi dari kehidupan orang lain. Entah apa pun alasannya, waktu untuk bersamanya telah selesai. Semakin jauh perjalananmu menuju masa depan, akan semakin banyak kau menyimpan nama-nama orang yang telah pergi dari hidupmu. Akan timbul rasa sakit dalam hatimu yang dinamakan rindu. Namun kau tak pernah bisa menyembuhkannya, karena penawar rindu hanya dengan bertemu.
Stadion Manahan – Surakarta. Rabu, 14 Mei 2008.
Hari ini peringatan sepuluh tahun meninggalnya Bapak. Kami telah memaafkan semua kejadian masa lalu dan hidup bersama untuk masa depan. Sebelum berangkat kuliah, sudah kuingatkan pada ibu dan kakakku untuk menutup warungnya sebelum gelap karena kita akan pergi ke makam Bapak bersama.
“Bu, nanti tutup sore ya…” “Mas, nanti tutup gasik lho ya.” Tak ada yang mendengarkanku. Mereka berdua sangat sibuk setiap pagi melayani para pembeli yang sudah menyerbu warung kami.
“Mil. Kamu juga ndak denger mas ngomong?” Kutegaskan pada Mila yang juga sibuk membuat minum untuk para pembeli.