The Wildcard Reshufle your Destiny

Widia ayu amelia
Chapter #3

3: PENJARAHAN MAKAM



Adrenalin perlahan mulai memudar, meninggalkan rasa nyeri tumpul di rusuk Kai dan kelelahan yang merasuk ke tulang. Dia bersandar di dinding gua yang lembap, menarik napas dalam-dalam untuk menenangkan jantungnya yang masih berpacu.


"Status," perintah Kai dengan suara parau.


Jendela biru berkedip muncul, menerangi kegelapan.


--------------------------------------------------


[Nama: Kai]


[Level: 2]


[HP: 25/60 (Memulihkan...)]


[Aether: 12/12]


[Kapasitas Deck: 1/10]


[Poin Atribut Tersedia: 3]


--------------------------------------------------


"Level up menyembuhkanku setengahnya," catat Kai, mengusap sisi tubuhnya yang memar. Lukanya sudah menutup, menyisakan keropeng tipis. "Lebih baik daripada tidak sama sekali."


Dia melihat [Poin Atribut]. Dalam RPG normal yang sering diceritakan para bard, seorang prajurit akan membuang poin ini ke Kekuatan (Strength) untuk memukul lebih keras. Penyihir akan memilih Kecerdasan (Intelligence) untuk mantra lebih kuat.


Kai melihat ikon [Wildcard] yang berkedip-kedip tak stabil di slot deck-nya.


"Jika hidupku bergantung pada mesin slot gila ini," gumam Kai, "aku lebih baik belajar menghitung peluang."


Dia mengetuk atribut [Luck] (Keberuntungan).


--------------------------------------------------


[Atribut Dipilih: Luck]


[+3 Poin Ditambahkan]


[Luck Saat Ini: 8 (Rata-rata)]


[Catatan: Keberuntungan sedikit mempengaruhi hasil RNG dan peluang serangan kritis.]


--------------------------------------------------


"Mungkin itu akan mencegahku mendapatkan sendok lagi lain kali," desahnya pasrah.


Kai mendorong tubuhnya menjauh dari dinding dan berjalan pincang menuju tumpukan abu yang ditinggalkan oleh Scavenger Rat. Di tengah debu abu-abu itu, sebuah objek persegi kecil bersinar dengan cahaya putih redup.


Dia memungutnya. Itu sebuah kartu.


--------------------------------------------------

Lihat selengkapnya