The Wildcard Reshufle your Destiny

Widia ayu amelia
Chapter #6

6: ZONA AMAN


Terowongan di luar danau bawah tanah itu terasa berbeda.


Udara di sini diam, berat, dan sunyi senyap. Tidak ada lagi suara tikus yang berlarian, tidak ada tetesan air yang menggema, dan tidak ada raungan monster. Keheningan itu justru membuat bulu kuduk berdiri.


Kai berjalan dengan hati-hati, sepatu botnya yang basah berdecit pelan di lantai batu. Jalur itu berakhir tiba-tiba di sebuah pintu besi berat yang tertanam di dinding batu alami.


Rune biru bercahaya terukir di permukaan logam itu. Bahkan tanpa skill [Lore], Kai mengenali simbol universal dari Sistem itu.


"Sanctuary," desah Kai, bahunya merosot lega. "Tempat suci."


Dia mendorong pintu berat itu. Logam itu berayun terbuka tanpa suara di atas engsel yang diminyaki dengan baik, seolah menyambutnya.


Di dalamnya, ruangan itu berbentuk persegi kecil, diterangi oleh cahaya putih lembut yang seakan memancar dari dinding itu sendiri. Di tengah ruangan, berdiri sebuah baskom batu kecil berisi air yang jernih seperti kristal.


Kai tersandung ke arahnya. Dia menangkupkan kedua tangannya dan meminumnya dengan rakus. Air itu sedingin es dan rasanya seperti energi murni yang mengalir ke tenggorokannya.


--------------------------------------------------


[Sistem Alert: Sanctuary Spring Terdeteksi.]


[Memulihkan Vitalitas...]


[Memulihkan Aether...]


.


.


[HP: 60/60]


[Aether: 12/12]


[Status Effects Dihapus: Kelelahan, Rusuk Memar.]


--------------------------------------------------


Gelombang kehangatan menjalar ke seluruh tubuhnya. Rasa sakit yang berdenyut di dadanya lenyap. Kelelahan yang membebani tulang-tulangnya mencair. Untuk pertama kalinya sejak tambang runtuh, Kai merasa seperti manusia lagi.


Dia duduk bersandar di dinding yang halus, menghela napas panjang. "Andai saja di tambang ada satu yang seperti ini."


Tapi dia tidak sendirian di ruangan itu.


Di sudut ruangan, duduk merosot di dinding, ada sesosok mayat.


Lihat selengkapnya