The Wildcard Reshufle your Destiny

Widia ayu amelia
Chapter #8

8: MUSUH ALAMI





Iron-Weaver Broodmother tidak bergerak seperti makhluk biologis. Dia bergerak seperti mesin pembunuh.




Delapan kakinya, yang berujung paku obsidian tajam, mengetuk secara ritmis di lantai batu. Klik. Klik. Klik.




Kai melangkah mundur, punggungnya menyentuh kepompong dingin yang terbungkus sutra. Dia memindai status bos itu lagi dengan cepat.




[Iron-Weaver Broodmother]




[Level: 8]




[Status: Lapar]




"Level 8," Kai menelan ludah dengan susah payah. "Itu enam level di atasku. Jika dia menggigitku sekali saja, aku mati."




Dia melihat tangannya. Dia sudah menyiapkan kartu [Flashbang]. Itu adalah satu-satunya kartu pengendali massa (Crowd Control) miliknya. Itu berhasil pada goblin. Itu harus berhasil di sini.




"Hei! Jelek!" teriak Kai, melambaikan tangannya.




Broodmother mendesis. Rahangnya terbuka, meneteskan racun ungu yang mendesis saat menyentuh lantai. Dia merendahkan tubuhnya, menengangkan kakinya untuk menerjang.




"Sekarang!"




Kai menghancurkan kartu kuning itu.




BANG!




Supernova cahaya putih meledak di gua yang remang-remang itu. Kilatannya cukup kuat untuk membakar retina bahkan melalui kelopak mata yang tertutup.




Broodmother memekik—suara bernada tinggi yang memecah keheningan. Dia meronta-ronta liar, mencakar wajahnya sendiri.




--------------------------------------------------




[Efek Diterapkan: Kebutaan (5 detik)]




--------------------------------------------------




"Berhasil!"




Kai tidak ragu-ragu. Ini satu-satunya jendelanya. Dia memanggil [Rusted Dagger].




Dia berlari cepat ke kanan, bermaksud untuk menyerang dari samping (flanking). Laba-laba itu meronta di tengah, buta dan bingung. Kai menargetkan sendi jaringan lunak di mana kaki lapis bajanya bertemu dengan tubuhnya.




"Mati kau!" teriak Kai, melompat untuk menyerang.




Tapi tepat saat kakinya meninggalkan tanah, Broodmother berhenti meronta.




Dia tidak melihat dengan matanya. Dia memutar kepalanya ke arah Kai dengan presisi yang menakutkan.




Lihat selengkapnya