Blurb
Mungkin hal yang paling melelahkan dari tumbuh dewasa adalah terus merasa bahwa ada sesuatu dalam diri kita yang harus diperbaiki. Selama bertahun-tahun, aku mengira aku harus menjadi lebih sabar, lebih baik, lebih tenang, lebih sehat, lebih berhasil, sampai akhirnya menjadi seseorang yang pantas untuk merasa cukup. Tanpa sadar, dalam perjalanan menjadi perempuan yang kuinginkan, aku mulai terlalu jauh dari kehidupan yang sebenarnya sedang kujalani.
Sejak usia delapan tahun, aku sudah memiliki terlalu banyak hal di dalam kepala. Aku mulai menulis, menyimpan hal-hal yang belum mampu kuucapkan di antara kata-kata dan halaman. Sebagai anak pertama, aku belajar memahami banyak hal lebih cepat dari yang kuinginkan, lalu tumbuh membawa mimpi, ketakutan, cara mencintai yang kupelajari dari rumah, dan kebiasaan memikirkan terlalu banyak hal. Di usia dua puluh-an, aku mulai melihat hidupku dengan lebih jujur—termasuk bagian-bagian yang tidak selalu ingin kuakui.
Buku ini adalah tentang perempuan yang masih berjalan di antara semua itu: tentang masa kecil yang membentuk cara pandangnya, mimpi-mimpi yang belum selesai, kesalahan yang pernah ia buat, dan hari-hari ketika ia hanya berusaha menjalani hidup sebaik yang ia bisa. Aku tidak tahu akan menjadi siapa beberapa tahun dari sekarang. Untuk saat ini, mungkin aku hanya ingin memberi diriku cukup ruang untuk berubah, tanpa harus terburu-buru menjadi seseorang yang lain.