THE WOMAN I AM BECOMING

Liepiescesha
Chapter #13

Aku Boleh Tidak Cantik Hari Ini

Ada seorang anak perempuan yang sejak kecil cukup sering dipuji karena wajahnya.

Awalnya, ia tidak tahu harus berbuat apa dengan pujian-pujian itu.

Setiap kali seseorang mengatakan ia cantik, ia akan tersenyum malu, menundukkan wajah, lalu menjawab seperti kebanyakan anak perempuan yang belum tahu bagaimana menerima sesuatu yang baik tentang dirinya.

“Ah, tidak.”

“Biasa saja.”

Kadang ia tertawa kecil seolah-olah pujian itu terlalu besar untuk diletakkan di atas dirinya.

Ia tidak benar-benar sedang mencari pujian.

Ia hanya tidak terbiasa menerimanya.

Tetapi pujian itu terus datang.

Dari keluarga.

Dari orang-orang yang ditemuinya.

Dari mereka yang mungkin hanya mengatakannya sekali dan kemudian lupa, tetapi entah bagaimana kalimat itu tinggal lebih lama di kepalanya.

Kamu cantik.

Kamu manis.

Kamu bagus sekali.

Lama-lama, anak perempuan itu mulai mengerti bahwa ada sesuatu pada dirinya yang disukai orang lain.

Dan seperti kebanyakan anak kecil, ia mulai mempercayai apa yang terus-menerus dikatakan kepadanya.

Tidak ada yang salah dengan itu.

Sebenarnya, ada sesuatu yang indah dari tumbuh dengan banyak orang yang membuatmu merasa dilihat.

Hanya saja, aku tidak menyadari bahwa ketika seseorang terlalu sering menunjukkan satu bagian dari dirimu sebagai sesuatu yang indah, suatu hari kamu bisa mulai takut ketika bagian itu tidak lagi terlihat seperti yang mereka puji.

Mungkin itu yang terjadi padaku.

Aku tumbuh dengan mengetahui bahwa penampilanku adalah sesuatu yang sering disukai orang.

Maka tanpa kusadari, aku mulai menyukai diriku ketika aku terlihat baik.

Dan ketika aku tidak terlihat baik, ada sesuatu di dalam diriku yang ikut mengecil.

Bukan karena aku ingin semua orang mengatakan aku cantik.

Bukan karena aku ingin dipuji setiap kali keluar rumah.

Justru sering kali aku merasa tidak nyaman ketika terlalu diperhatikan.

Masalahnya ada di tempat yang jauh lebih sunyi.

Di dalam kepalaku sendiri.

Ketika aku melihat wajahku di cermin dan merasa hari itu aku tidak terlihat seperti yang kuinginkan, aku bisa tiba-tiba merasa kurang percaya diri. Ketika rambutku tidak seperti biasanya, kulitku sedang tidak baik, tubuhku terasa berbeda, atau pakaian yang kupakai tidak membuatku merasa cantik, ada bagian dari diriku yang seolah ikut kehilangan nilainya.

Padahal tidak ada yang benar-benar berubah.

Aku masih orang yang sama.

Aku masih memiliki pikiran yang sama, hati yang sama, mimpi yang sama, orang-orang yang sama untuk kusayangi, dan kehidupan yang sama untuk kujalani.

Tetapi terkadang satu pandangan ke cermin cukup untuk membuat semuanya terasa sedikit berbeda.

Aku pernah bertanya kepada diriku sendiri:

Mengapa aku bisa begitu mudah merasa kecil hanya karena tidak menyukai bagaimana aku terlihat hari itu?

Pertanyaan itu membuatku sadar bahwa mungkin selama ini aku terlalu sering melihat diriku dari luar.

Seolah-olah aku sedang berdiri beberapa langkah dari tubuhku sendiri dan mengamati seorang perempuan yang harus memenuhi standar tertentu sebelum aku mengizinkannya merasa baik.

Apakah aku terlihat cukup baik?

Apakah aku cukup cantik?

Apakah aku terlihat feminin?

Apakah pakaian ini cocok untukku?

Apakah wajahku terlihat lelah?

Pertanyaan-pertanyaan kecil seperti itu bisa memenuhi kepala tanpa benar-benar kusadari.

Dan yang paling melelahkan adalah aku bahkan tidak sedang berada di depan orang lain.

Aku hanya sedang bersamaku sendiri.

Kadang aku berpikir, mungkin sejak awal aku tidak perlu belajar menjadi lebih cantik.

Aku hanya perlu belajar berhenti melihat diriku seperti seseorang yang sedang dinilai.

Aku ingin sesekali lupa bahwa aku sedang dilihat.

Aku ingin tertawa tanpa memikirkan wajahku ketika tertawa.

Aku ingin berjalan tanpa membayangkan bagaimana tubuhku terlihat dari sudut pandang orang lain.

Lihat selengkapnya