Threads of Destiny

Yuwi Unnie
Chapter #2

Takdir dan Bayangan




Hari-hari di rumah sakit mengalir seperti kabut tebal di kepala Selena. Bocah tujuh tahun itu lebih banyak diam, memeluk lututnya di atas ranjang yang terlalu untuk tubuh mungilnya. Kepala Selena masih sering berdenyut nyeri sisa dari koma berhari-hari setelah malam mengerikan di rumahnya.

Selena tahu ada yang hilang dari kepalanya. Setiap kali ia mencoba mengingat mengapa ia bisa berakhir di sini, atau di mana ayah dan Lucas, kepalanya seolah dihantam martil. Yang tersisa hanyalah rasa takut yang pekat, sekujur tubuhnya menolak untuk disentuh siapa pun.

Namun, bukan hanya ingatan yang hilang. Ada hal lain yang datang sebagai gantinya.

Hal-hal hitam.

Sore itu, suster mampir untuk mengganti cairan infus. Selena tidak berani menatap wajah Suster, jadi ia melempar pandangannya ke lorong di luar kamar. Di sana, seorang kakek tua berkursi roda sedang dituntun istrinya.

Saat kakek menoleh, mata mereka tidak sengaja berpapasan.

Jantung Selena mencelos. Di mata bocah tujuh tahun itu, di belakang kursi roda sang kakek, berdiri sosok bayangan hitam tinggi yang legam. Bayangan itu tidak punya wajah, hanya asap tebal yang perlahan menjulurkan tangan panjangnya, melilit leher si kakek dengan erat.

“Suster…” suara Selena bergetar, jemari kecilnya mencengkeram seprei.. “Kakek itu…lehernya ditarik orang hitam. Dia…dia enggak bisa nafas..”

Suster menghentikan kegiatannya, lalu menengok ke luar pintu. Ia hanya melihat seorang pasien tua yang sedang batuk-batuk kecil. Suster tersenyum maklum, lalu mengusap rambut Selena dengan lembut.

“Selena sayang , di luar cuma ada kakek yang sedang jalan-jalan. Enggak ada orang hitam kok.”

Lihat selengkapnya