Threads of Destiny

Yuwi Unnie
Chapter #9

Awal sebuah rahasia terungkap

Selena menatap ke luar jendela. Langit tampak abu-abu, sementara matahari perlahan menghilang di balik awan. Angin pagi terasa lebih dingin daripada hari-hari sebelumnya. Sebentar lagi, musim gugur akan benar-benar berakhir. Suasana kelas yang kembali riuh seperti biasanya, ia mengabaikan tatapan takut dn sinis yang di tunjukan padanya. Telinganya seakan tuli saat mereka berbisik-bisik bergosip tentang dirinya.

“Selamat pagi, Selena." sapa seorang laki-laki yang akhir-akhir ini mengganggunya. Liam tersenyum lebar kepada Selena, lesung pipit terukir jelas di ujung sudut bibirnya.

Selena melirik dari ekor matanya, bagaimana yang lain melihat Liam. Selena tahu apa yang mereka pikirkan. Liam adalah orang yang sangat mudah bergaul pada siapapun. Liam benar-benar tidak memedulikann teman-temannya dengan terang-terangan melarangnya untuk berdekatan dengan Selena.

"Liam, kan sudah kukatakan padamu untuk jangan berdekatan dengannya.” Bisik salah satu temannya.

“Memang kenapa?"

"Kau lupa apa yang terjadi pada Clara?”

“Apa yang terjadi dengan Clara kan tidak ada hubungannya dengan Selena. Kalian ini aneh sekali."

“Kau yang aneh. Kau ingin bernasib seperti Clara, hah?!” Mendengar itu Liam menoyor kepala temannya.

“Ngawur kalian. Sejauh ini aku bersamanya juga tidak ada yang terjadi apa-apa. Lihat, aku baik-baik saja.”

Liam tidak menghiraukan teman-temannya, ia berjalan ke arah Selena. Ia tersenyum cerah saat Selena menoleh ke arahnya.

“Apa yang sedang kau lakukan?" Selena masih diam tidak ada niatan menjawab Liam. Selena melirik lagi dari ekor matanya, teman-teman Liam masih melihat ke arahnya dan berbisik.

“Pergi, mereka benar-benar membuatku risih.” Liam menoleh ke arah temannya lalu melototi mereka.

" Biarkan saja mereka. Lama-lama mereka juga capek dengan sendirinya.”

“Sepertinya mereka sangat peduli denganmu.”

“Hmm…entahlah, mungkin saja. Lalu bagaimana denganmu, kau tidak peduli denganku.” Selena menoleh ke arah Liam sebentar, lalu kembali melihat keluar jendela.

“Itu hanya buang-buang waktu."

"Yap. Peduli pada seseorang memang kadang-kadang membuang waktu dan tenaga. Tapi dari situlah kita bisa mengenal mereka."

“Tapi aku tidak ingin dekat dengan siapapun. Dan tidak akan pernah.”

“Kenapa?” Selena menopang kepalanya dengan tangan kanannya. “Kenapa? Apa karena ada sesuatu yang yang kamu miliki itu.”

“Apa maksudmu?!" Selena menoleh ke arah Liam. Terlihat ada sedikit keterkejutan dan sorot mata Selena. Kini Liam yang berganti menopang wajahnya menatap Selena.

“Memang benar ada sesuatu yang ada di dirimu. Tapi, apapun itu aku tidak ingin bertanya lebih, karena aku yakin kamu tidak akan menjawabnya.” Selena diam melihat Liam. Menatap lekat ke dalam mata hazel itu.

“Jika kamu melihatku seperti itu, itu sedikit membuatku tidak nyaman." Liam menggaruk tengkuknya salah tingkah. Selena berdecak lalu membuang muka ke arah jendela.

“kamu tidak nyaman denganku, ya?”

Lihat selengkapnya