Harsa dan Keran tenggelam dengan pikirannya mereka masing-masing.
"Ngomong-ngomong menurut ingatan Haren seharusnya kita bertiga berada di gudang, tapi kenapa kita berdua berada di kamar jelek ini," ujar Harsa bertanya-tanya.
"Mana gue tahu, gue kan bukan Renan," celetuk Keran yang membuat Harsa kesal dibuatnya. "Entah kenapa kau sangat menyebalkan," gerutunya yang membuat Keran mendengus tidak suka.
"Menurut gue, lo yang menyebalkan," balasnya. "Hei." Harsa yang tidak terima langsung menoyor kepala Keran yang membuat Keran emosi dibuatnya.
"Yaak..., sialan kenapa lo noyor gue, kalau gue geger otak gimana," omelnya. "Ish, lambenya pengen banget aku lem," kesal Harsa yang membuat Keran semakin emosi dibuatnya.
Keran yang hendak memiting kepala Harsa mengurungkan niatnya saat telinganya mendengar suara pintu yang dibuka dan menampakan sesosok remaja yang cukup menyedihkan.
"Seno." Keran langsung menghampiri Seno dan membantunya duduk diatas ranjang, sedangkan Harsa membawa air minum dan juga cemilan untuk Seno, karena dia yakin bahwa Seno pasti belum minum dan juga makan sejak kemarin.
"Kakak, kamu mendapatkan cemilan ini darimana," tanya Seno khawatir yang membuat Harsa mengulas senyuman manisnya.
"Gak usah dipikirin, sekarang Nono makan aja cemilannya sebelum ketahuan sama yang lain, ya," ujar Harsa lembut yang mulai sekarang kita panggil dia Haren, begitu juga dengan Keran akan kita panggil dengan sebutan Renan.
Renan menatap Haren julid, saat runggunya mendengar suara lembut dan manis milik lelaki itu. So imut anjir, batin Renan.
Terus cepet pula berubahnya, sambungnya dalam hati, sedangkan Haren yang merasa di tatap pun menoleh dan melihat Renan yang menatapnya dengan julid sekaligus sinis yang membuat Haren ingin sekali memukul kepala anak itu lagi.
"Kakak," panggilan kakak dari Seno mengalihkan atensi keduanya, bahkan Renan tersenyum lembut kearahnya. "Gak papa dimakan aja ya," ujarnya.
Seno tersenyum senang karena dirinya benar-benar lapar, jadi dirinya langsung memakan cemilan yang diberikan oleh Haren kepadanya.