Three Manipulative Humans Transmigrate

Wulan3315
Chapter #4

Bab 4 Keributan Dikamar Sederhana

Di kamar yang sederhana itu Haren, Renan dan Seno, lagi-lagi larut dalam pikirannya sendiri, sehingga salah satu diantara ketiganya memecah keheningan diantara mereka bertiga.

"Seno, sebaiknya kamu mandi dulu," ujar Renan yang membuat Seno tersadar dari pikirannya, sekaligus tersadar bahwa dirinya belum membersihkan tubuhnya sendiri.

"Ah..., untungnya kakak mengingatkan ku, kalau tidak. Aku pasti akan lupa untuk mandi," ujar Seno dan bergegas pergi ke kamar mandi yang kebetulan kamar mandi itu berada di dalam kamar, jadi mereka bertiga tidak perlu keluar kamar dan meminimalisir terjadinya pertemuan antara si anak angkat dan si anak kandung.

"Ren." Haren merapatkan dirinya ke arah Renan dan sesekali menatap ke arah pintu kamar mandi yang saat ini masih tertutup, sedangkan Renan mengernyitkan alisnya bingung, sekaligus heran dengan tingkah Haren, apalagi anak itu semakin mepet ke arahnya, jadi tanpa basa-basi lagi Renan menggeplak belakang kepala anak itu.

Plak

"Aduh." Haren langsung mengaduh dan mengusap bagian belakang kepalanya dan menatap Renan dengan tajam.

"Kenapa malah memukulku ini sakit tahu," kesalnya. "Ya, lagian lo ngapain mepetin gue, demen lo sama gue," sarkasnya yang membuat Haren menatapnya tidak percaya, bahkan anak itu langsung menjauhkan diri dari Renan, takut kena geplak lagi. Sekaligus memberi tahu bahwa dirinya tidak menyukai lelaki itu.

"Dih, mulutnya dari tadi suka banget ngomong yang gak bener," bales Haren kesal dan tidak lupa tatapan julidnya, dia layangkan ke arah Renan.

"Ya, lagian lo mepet-mepet, jadi jangan salahin gue dong, kalau gue jadi salah paham sama tindakan lo itu," balas Renan membela diri yang membuat Haren speechless dibuatnya.

"Hais yaudah maaf kalau gitu," ujar Haren dengan bibirnya yang mengerucut yang langsung dicomot oleh Renan sangking geregetannya.

Haren menatap Renan dengan tajam dan tanpa perasaan Haren memukul lengannya yang membuat Renan mengaduh.

"Hei, ini sakit tau, main pukul aja," ujarnya kesal yang membuat Haren menatap datar ke arahnya.

"Salahmu sendiri, kenapa main pegang bibir aku," balas Haren ketus.

"Lah kok nyalahin gue," ujar Renan tidak terima karena dirinya disalahkan.

Lihat selengkapnya