Three Manipulative Humans Transmigrate

Wulan3315
Chapter #5

Bab 5 Kesialan Haren


Haren yang sudah selesai dengan acara membersihkan diri, hanya bisa mengernyitkan alisnya heran setelah dirinya keluar dari kamar mandi dan mendapati keheningan di kamar ketiganya itu dan dapat Haren lihat bahwa Seno ternyata sudah tertidur yang membuat Haren bersemangat untuk segera tidur, jadi tanpa basa-basi Haren bergegas menuju ke tempat tidurnya yang membuat Renan yang sejak tadi terfokus dengan ponselnya langsung berteriak.


"Jangan Kas...," 


Brukh


"Aduh pinggangku." Renan tidak menyelesaikan ucapannya karena Haren sudah melompat ke atas kasurnya dan mengaduh yang membuat Seno terbangun dari tidurnya, bahkan anak itu tampak linglung akibat bangun dengan tiba-tiba.


"Kenapa main lompat sih, baru juga mau dikasih tau kalau kasurnya siapa tahu keras juga," gerutu Renan yang membuat Haren menatap kesal ke arahnya.


"Kenapa gak ngomong dari tadi sih, sakit tahu," gerutu Haren yang membuat Renan menatap tidak percaya ke arahnya.


"Salah lo sendiri main lompat, padahal gue barusan mau ngasih tahu lo, kenapa jadi nyalahin gue," kesal Renan yang tidak mau disalahkan, karena dirinya memanglah tidak salah, tetapi salah Haren yang main lompat sendiri.


"Hais, sakit sekali ini kasur apa batu sih, keras banget," gerutu Haren yang masih bisa di dengar oleh Renan. "Kasur tapi keras kayak batu," timpal Renan yang membuat Haren mendelik tajam ke arahnya.


"Main jawab aja," ujar Haren kesal. "Ya, gue cuma ngasih tahu aja, siapa tahu lo mau tahu," balas Renan acuh tak acuh.


"Kakak ada apa, hoaam...," tanya Seno yang masih dalam keadaannya yang mengantuk yang membuat Renan dan Haren merasa kasihan melihatnya.


"Gak apa-apa, tadi kakak kedua mu melompat ke kasurnya, padahal aku baru saja mau memperingatinya, siapa tahu kasurnya keras juga, tapi dia," tunjuk Renan ke arah Haren yang kini menatap tajam ke arahnya.


"Yeah, kau pasti tahu ujungnya bagaimana," sambungnya yang membuat Seno mengangguk lucu setelahnya anak itu tidak bersuara kembali, karena kembali tertidur yang membuat Renan melongo dibuatnya.


"Jir malah tidur," umpat Renan yang sedikit kesal. "Maklum masih bayi, jadi harus tidur," timpal Haren yang masih mengaduh sakit.


"Sumpah ini kasur keras banget kayak batu," kesal Haren. " Yang katanya orang kaya, beli kasur bagus dikit aja gak mampu, aku yakin kasur para pelayan lebih empuk dari pada punya kita," sambungnya.


Lihat selengkapnya