Three Manipulative Humans Transmigrate

Wulan3315
Chapter #6

Bab 6 Ketahuan Seno



Di sebuah kamar yang tidak terurus dan diisi oleh tiga remaja laki-laki tampak tenang dan tidak ada pergerakan sama sekali dari ketiganya, karena ketiganya masih terlelap dalam mimpi indahnya.


Salah satu di antara ketiganya terbangun dari tidurnya dan menggeliat. Lelaki itu menatap kedua saudaranya yang masih tertidur yang membuatnya menguap.


"Gue masih ngantuk," gumamnya dan berniat untuk tidur kembali, tetapi ketukan keras dari luar pintu kamar membuatnya urung untuk tidur kembali dan mulai terbangun.


Tok tok tok


Lagi suara ketukan itu terdengar dan semakin memekakan telinganya. "Iya sabar," teriaknya sedikit keras, tetapi menjaga nada suaranya agar terdengar lembut, ingat dirinya Renan bukan Keran yang selalu bersikap dingin dan kurang ajar kepada ayahnya. Tetapi akan menjadi emosian jika sudah bersama dengan orang yang sangat dekat dengannya.


Renan berjalan menuju ke arah pintu dan membukanya dan dapat dirinya lihat seorang gadis dengan senyuman manisnya berdiri di hadapannya yang membuat Renan sedikit terpesona, ingat sedikit ya kawan-kawan.


"Ada apa?" tanya Renan. "Kamu dan yang lainnya belum bersiap?" tanya balik gadis itu yang membuat Renan mengernyitkan alisnya bingung.


"Bersiap," beonya. "Bersiap untuk apa?" tanyanya bingung yang membuat gadis itu mengerjapkan matanya heran.


"Untuk bersekolah apa lagi, apa kau ingin dimarahi oleh kak Al dan yang lainnya," jelas gadis itu yang membuat Renan terbelalak kaget.


"Astaga sekolah, kenapa aku lupa," hebohnya dan berlari cepat ke dalam kamarnya, tidak lupa membanting pintu kamarnya dengan keras secara refleks, membuat gadis yang ada di depan pintu kamarnya terbengong, karena tingkah Renan yang aneh.


"Sialan, dia mengabaikanku," gumamnya kesal. "Dan kenapa dia sedikit aneh, gak kayak biasanya," sambungnya, karena yang dirinya tahu Renan dan kedua saudaranya itu pasti tidak berani menatap matanya, sedangkan Renan, lelaki itu tadi menatap matanya dalam kurun waktu yang lama.


"Sudahlah, aku tidak peduli dia bagaimana," ujarnya tidak peduli dan pergi meninggalkan pintu kamar Haren, Renan dan Seno. 


"Aku akan membuat kalian semakin dibenci," batinnya dengan seringainya menghiasai wajahnya. Sedangkan di dalam kamar sederhana itu Renan berlari menuju ke arah kamar mandi dengan hebohnya. Karena aksi hebohnya membuat Haren dan Seno terbangun dari tidurnya.


"Berisik sekali," ujar Haren kesal. Sedangkan Seno hanya diam tanpa suara, karena dirinya masih dalam keadaan mengantuk.


"Ngantuk sekali," gumamnya.


Lihat selengkapnya