Tidak Ada yang Merasa Kehilangan

Oleh: Asrul Husen

Blurb

Jakarta adalah kota yang terlalu sibuk untuk berhenti.

Pada pukul 9.47, seorang pria tanpa identitas roboh di stasiun MRT Jakarta. Tidak ada nama yang ditemukan. Tidak ada keluarga yang datang. Bagi kota, kematiannya hanya tercatat sebagai gangguan operasional selama sepuluh menit.

Tetapi ada kematian yang tidak selesai hanya karena kereta kembali berjalan. Ada tatapan yang tertinggal. Ada ingatan yang menolak hilang. Ada suara terakhir yang tersimpan di antara bising kota.

Rendra, Narayani, dan Bumi tidak saling mengenal. Namun sejak hari itu, mereka mulai dihantui pertanyaan yang sama: apakah manusia benar-benar mati saat napasnya berhenti, atau saat tak ada lagi yang merasa kehilangan?

Lihat selengkapnya