Tidak Harus Sembuh untuk Tetap Hidup

Novenita Marpaung
Chapter #9

Luka yang ingin dilupakan #9

Rumah dibalut keheningan yang pekat setelah Ali dan Alia terlelap lebih cepat akibat kelelahan bermain seharian. Di kamar utama, Ana sibuk merapikan tumpukan pakaian yang baru disetrika, memindahkannya satu per satu ke dalam lemari.

Di tepi peraduan, Gana duduk mengamati setiap pergerakan istrinya. Sejak konsultasi medis terakhir—saat dokter memperkirakan bahwa paparan virus itu mungkin telah bersarang bertahun-tahun silam sebelum takdir mempertemukan mereka—ada sebuah pertanyaan yang menggantung diam di kepalanya.

Bukan untuk menghakimi, apalagi mengungkit rasa bersalah. Pria itu hanya ingin memahami perjalanan yang pernah dilalui wanita yang dicintainya.

"Ana..." panggil Gana berhati-hati.

"Ya, Mas?"

"Boleh kita mengobrol sebentar?"

Ana menghentikan jemarinya di atas tumpukan kain, lalu menoleh pelan. "Soal apa?"

Gana meremas jemarinya sendiri, memilah kata yang paling halus agar tak melukai. "Tentang masa... sebelum kita bertemu."

Lihat selengkapnya