Tidak Harus Sembuh untuk Tetap Hidup

Novenita Marpaung
Chapter #11

Pelan-pelan pulih #11

Dinamika pagi di rumah mereka terasa jauh lebih hidup dari biasanya. Suara tawa renyah anak-anak memecah keheningan koridor rumah. Ali sibuk berlarian ke sana kemari sambil mendorong mobil-mobilan plastiknya yang menderit pelan, sementara Alia sibuk memegang boneka kain berambut kusut, meminta Ana mengepangkan rambutnya yang mulai terurai.

"Mama, jangan sampai jelek kayak punya Papa kemarin, ya," ujar Alia ceriwis sembari mendongak polos.

Ana memilin untaian benang wol rambut boneka itu dengan cermat, mencoba menahan tawa. "Memangnya buatan Papa kemarin sejelek itu?"

"Iya! Rambut bonekanya jadi kayak miring ke kanan semua," jawab Alia mantap.

Tawa renyah anak itu pecah begitu Ana mencubit gemas pipinya, lalu menyergap tubuh mungil Alia dalam satu pelukan hangat dari belakang.

Kehangatan itu menghidupkan sudut-sudut rumah yang sempat terasa sepi. Namun, di balik keceriaan yang dipancarkan Ana pagi itu, sisa-sisa kecemasan dari percakapannya dengan Gana semalam masih tersisa di kepala. Ada rasa canggung dan malu yang agak mengganjal akibat keterbukaannya tentang ketakutan akan ditinggalkan.

Ketika anak-anak kembali sibuk dengan dunia bermain mereka di ruang tengah, Ana beranjak ke dapur untuk menyiapkan sarapan. Gana menyusul dari belakang, melangkah tanpa suara lalu mengambil beberapa piring bersih di rak atas.

"Kenapa memandangiku terus dari tadi, Mas?" bisik Ana saat mendapati sorot mata suaminya memperhatikan gerak-geriknya.

"Hanya senang melihatmu kembali sibuk di dapur," sahut Gana ringan, mendaratkan piring-piring itu di atas meja kayu.

Ana memutar matanya pelan, mencoba menyembunyikan ukiran senyum yang terbit di bibirnya. "Merayu terus dari pagi."

"Tapi berhasil membuatmu tersenyum, kan?"

Suasana hening sejenak merayap di antara mereka. Gana menangkap seberkas keraguan yang masih membayang samar di kerut dahi istrinya. Ia menghentikan tangannya yang sedang menata alat makan.

"Masih memikirkan obrolan kita semalam?"

Lihat selengkapnya