Blurb
Di mata kedua orang tua yang kian renta, keempat anak mereka adalah kebanggaan yang utuh. Namun, bagi Rahayu, anak perempuan pertama yang menghabiskan hidupnya sebagai tiang penyangga rumah, kenyataannya jauh lebih berdarah.
Meja makan kayu jati di rumah itu kini menjadi panggung sandiwara yang menyesakkan. Di satu sisi, Rahayu harus menyuapi kasih sayang kepada Ayah dan Ibunya yang sudah sepuh. Di sisi lain, ia harus menelan kenyataan bahwa ketiga adiknya telah meludahi pengabdiannya dengan dosa yang tak termaafkan.
Ketika sebuah rahasia besar mengancam akan meruntuhkan nama baik yang dijaga sang Ayah selama puluhan tahun, Rahayu dipaksa berdiri di persimpangan mustahil. Apakah ia akan tetap menjadi tameng bagi adik-adik yang tak tahu diri demi ketenangan masa tua Ayah dan Ibu mereka, atau membiarkan meja makan itu menjadi saksi terbongkarnya aib yang akan menghabisi kehormatan keluarga mereka selamanya?
-
Sebab terkadang, kejujuran adalah racun paling mematikan bagi mereka yang terlanjur menua dalam kebohongan.