Tiga Purnama Laura

Aldibilalagi
Chapter #1

BAB 1 — SIKLUS TIGA BULAN

Laura sedang memandangi cermin di kamarnya sambil merapikan poni yang menurutnya nggak pernah nurut sama aturan dunia.


Hari itu Senin. Hari yang secara resmi ditetapkan manusia sebagai hari yang butuh keberanian, kopi ekstra, dan sedikit pura-pura bahagia. 

“Sudah putus lagi?” 

Suara itu datang dari pintu. Luna, adiknya bersandar di kusen sambil menggigit roti tawar seperti orang yang tidak pernah gagal dalam hidup.

Laura mendesah. “Boleh nggak kita pura-pura aku masih bahagia?”

“Aku boleh pura-pura bahagia kamu nggak putus lagi, tapi realitanya tetap realita,” jawab Luna santai.

Laura menatap adiknya dengan tatapan kakak yang sedang mempertimbangkan ide mengusir manusia dari rumah.

Luna mengangkat bahu.

 

“Sorry, tapi siklusmu kayak paket promo provider internet. Tiga bulan berfungsi, habis itu - “

 Dia menggerakkan tangan seperti bom meledak.

“Poof. Disconnect.”

“Luna…”

“Apa?”

“Diam.”

 

Meskipun begitu, Laura tahu adiknya tidak sepenuhnya salah. Polanya sudah terlalu jelas. Laura sering merasa hidupnya seperti drama yang ditulis penulis naskah iseng.

Bukan karena ia punya masalah pelik.

Bukan karena keluarganya berantakan.

Atau karena ia terkutuk menjadi serigala tiap malam bulan purnama—tidak, itu terlalu berlebihan.

Masalahnya sederhana saja:

Setiap kali ia pacaran, rasa cintanya selalu hilang tepat tiga bulan setelah jadian.

Hilang.

Kosong.

Seperti baterai ponsel yang dari 100% langsung turun jadi 0% tanpa peringatan.

 

Awalnya Laura pikir ia cuma mudah bosan.

Tapi masa iya tiap pacar, tiap situasi, tiap tahun, polanya sama persis?

Lihat selengkapnya