BAB 6
RUMAH AMAN DAN RUMUS PERTAMA
Sejak sore itu, rumah Reyner resmi menjadi basecamp dan tempat perlindungan bagi Gio. Ibu Reyner, seorang wanita paruh baya dengan senyum hangat yang tak pernah pudar, menyambut kedatangan Gio tanpa banyak bertanya. Setiap kali Gio datang dengan wajah lelah dan mata suram, tempat tidur tambahan di kamar Reyner selalu siap, lengkap dengan piring nasi hangat dan lauk pauk yang aromanya menenangkan jiwa.
Di kamar berukuran empat kali empat meter itulah proses pemulihan Gio dimulai. Setiap harinya, setelah menyelesaikan makan malam, meja belajar kecil di sudut kamar diubah menjadi area pertarungan baru bagi mereka bertiga.
Arsena mengambil alih peran sebagai pengajar. Dengan ketenangan dan kesabarannya yang luar biasa, ia mulai mengurai ketertinggalan nilai-nilai Gio di sekolah.
"Gio, matematika atau fisika itu gak rumit kok, kalau kamu gak menganggapnya sebagai musuh," kata Arsena lembut suatu malam, menggeser buku catatan bergaris ke hadapan Gio.