TIGA TAHUN UNTUK SELAMANYA

ROBI JULIANTO
Chapter #9

KEKUATAN DARI SEBUAH JANJI



Saat Claraa kembali ke luar negeri, ada perasaan berat di hatinya. Perpisahan dengan Galaxy kali ini terasa lebih sulit meskipun mereka sudah saling menguatkan. Namun, ia tahu bahwa langkah ini adalah bagian dari perjuangannya. Sementara itu, Galaxy berusaha mengalihkan rasa rindunya dengan lebih fokus pada karya seninya.


Malam-malam mereka diwarnai dengan panggilan video singkat, di mana Claraa sering bercerita tentang kehidupannya di sana. Kadang ia berbagi foto dari tempat-tempat yang ia kunjungi, atau sekadar memperlihatkan tumpukan buku yang harus ia pelajari. Galaxy, di sisi lain, menunjukkan sketsa baru yang sedang ia kerjakan.


“Aku lagi coba teknik baru,” ujar Galaxy suatu malam, menunjukkan gambar sketsa seorang gadis yang berdiri di tengah taman dengan bunga-bunga bermekaran di sekitarnya. “Ini terinspirasi dari cerita kamu tentang taman yang kamu kunjungi minggu lalu.”


Claraa tersenyum hangat. “Kamu selalu tahu cara membuat aku merasa dekat dengan rumah.”



---


Ujian dari Waktu


Namun, tidak semua hari berjalan mulus. Ada saat-saat di mana jarak dan waktu terasa sangat memberatkan. Claraa mulai merasa ragu apakah hubungan mereka bisa bertahan dalam kondisi seperti ini.


Salah satu momen paling sulit adalah ketika Claraa menghadapi tekanan besar di pekerjaannya. Proyek penelitian yang ia pimpin mengalami kemunduran, dan ia merasa tanggung jawab besar ada di pundaknya. Di sisi lain, Galaxy juga sibuk dengan pameran seninya yang semakin sering diadakan. Komunikasi mereka menjadi semakin jarang, dan Claraa mulai merasa kehilangan.


Pada suatu malam, Claraa akhirnya mengungkapkan kekhawatirannya. “Galaxy, aku nggak tahu apakah aku cukup kuat untuk menjalani ini semua. Rasanya berat banget, dan aku takut kehilangan kamu.”


Galaxy terdiam sejenak, mencoba merangkai kata-kata yang tepat. “Claraa, aku juga merasakan hal yang sama. Tapi aku percaya, selama kita saling percaya, kita bisa melewati ini. Aku nggak akan menyerah, jadi tolong jangan menyerah juga.”


Mendengar kata-kata Galaxy, Claraa merasa sedikit lega. Namun, ia tahu bahwa perjuangan ini belum berakhir.



---


Kesempatan Kedua


Di tengah kesibukannya, Galaxy mendapatkan undangan untuk mengadakan pameran seni di luar negeri. Pameran tersebut akan diadakan di negara tempat Claraa tinggal, sebuah kebetulan yang terasa seperti takdir.


Ketika Galaxy memberi tahu Claraa, ia hampir tidak percaya. “Serius, kamu akan datang ke sini? Ini seperti mimpi!” serunya dengan semangat.


“Iya, aku bakal ada di sana selama dua minggu. Aku harap kita bisa meluangkan waktu bersama,” jawab Galaxy.


Kedatangan Galaxy menjadi titik balik dalam hubungan mereka. Claraa menyambutnya di bandara dengan senyum lebar dan pelukan erat, seolah mencoba menghapus semua rasa rindu yang selama ini mereka pendam.


“Aku nggak percaya kamu benar-benar di sini,” ujar Claraa sambil menatap Galaxy dengan mata berbinar.


“Aku juga nggak percaya, tapi aku senang akhirnya bisa ketemu kamu,” jawab Galaxy.


Selama dua minggu, mereka menghabiskan waktu bersama, menjelajahi kota tempat Claraa tinggal, dan saling berbagi cerita tentang apa yang telah mereka lalui. Galaxy bahkan mengajak Claraa untuk datang ke pamerannya, di mana salah satu karya utama yang dipajang adalah lukisan kenangan mereka di danau.


Ketika Claraa melihat lukisan itu, ia hampir menangis. “Ini indah banget, Galaxy. Kamu benar-benar menaruh hati di sini.”


Galaxy tersenyum. “Semua inspirasinya datang dari kamu.”



---


Langkah Baru dalam Hidup

Lihat selengkapnya