Blurb
Ada dua rumah dalam hidup Dinda Maharani Hartono. Satu di dermaga kayu Suak Gual, tempat dia belajar bahwa cinta tidak butuh kata-kata besar. Satu lagi di lantai marmer hitam Hartono Group, tempat dia belajar bahwa rumah, seperti pulau, bisa punya harga.
Timah Cair Dinda adalah kisah tentang seorang perempuan Hakka-Melayu yang mewarisi dua hal dari keluarganya: darah campuran yang tidak pernah benar-benar diterima utuh oleh siapa pun, dan kemampuan untuk mencair jadi apa saja yang dibutuhkan situasi — lalu mengeras jadi bentuk yang tidak bisa diubah lagi.
Ini bukan cerita tentang kejatuhan seorang pahlawan. Ini cerita tentang bagaimana seseorang, keputusan demi keputusan, membangun rumah baru dari puing rumah lama — dan menyebutnya adaptasi, bukan pengkhianatan.