Ada satu alasan mendasar mengapa orang seperti diriku, yang sangat egois dan tidak peduli terhadap orang lain, tiba-tiba mau membantu pria gelandangan bernama Naomi Haguro di kantor detektif swasta-nya yang kumuh.
Alasan itu adalah teman SMP-ku: Aoi Miharu.
Gadis pemalu yang seumur hidup tiga tahun tak pernah berbincang denganku itu suatu hari tiba-tiba mencegat langkahku yang hendak pulang setelah piket menjaga perpustakaan hingga jam lima, sengaja keluar paling akhir supaya dapat memastikan tak ada anak yang sengaja sembunyi atau malah terkunci di dalam, menghentikanku di lorong lantai satu saat gelap mulai menyingsing, berkata dengan nada bergetar.
"...Togashi-kun...Kumohon...",
Dengan langkah patah-patah mendekat, menarik salah satu ujung lenganku, menggenggamnya kuat, menunduk dengan tatapan kosong. Kedua kakinya merinding hebat.
Dengan satu kalimat yang dilontarkan penuh makna, gadis berambut cokelat pendek itu berujar,
"...Kumohon...",
"...Selamatkan aku...",
Membuatku terperanjat hebat, bingung, panik, tidak paham sama sekali apa yang ia ucapkan. Tetapi, gadis itu mengangkat wajahnya yang kini berlinang air mata, melanjutkan,