Togashi Uzura: Detektif Bayangan

Ariaria
Chapter #6

Kasus Kedua, Pesan Berdarah Seorang Wanita--Epilog

Udara yang sejuk berhembus pelan memasuki ruangan yang dipenuhi petugas. Membunyikan sedikit melodi yang timbul dari gesekan-gesekan kecil. Mengisi lenggang yang dingin.

Setelah mendengar ucapanku sekaligus mencernanya, kali ini Hiro Hajime tidak mau tahu lagi. Tiba-tiba mematung di TKP. Sementara kedua wanita yang baru saja diborgol dilepaskan kembali. Naomi Haguro sendiri menunggu penjelasan berikutnya, membuat seluruh ruangan menjadi tegang. Berdebar-debar.

"Aku memang tidak mengetahui siapa lelaki itu...", 

Sambil bergumam pelan, aku mengaku. Tetapi kemudian mengangkat pandangan. Menatap tajam Urashi Kaede.

"....Tapi mungkin wanita ini mengenalnya",

Istri korban yang agak pendek terkejut.

"...A...Apa...?",

"Mengakulah...", Kataku datar. Lalu bertanya.

"Jika tebakanku benar, kaulah yang membantu pembunuh masuk kedalam rumah supaya bisa membunuh suamimu, bukan?",

Tentu saja Urashi Kaede langsung menggeleng tegas, membantah.

"Ti--Tidak!! Mana mungkin aku melakukan hal itu kepada suamiku sendiri!!",

Karena wanita itu tidak mau mengaku, aku menghela nafas kesal.

"Kalau begitu, Urashi-san...Mengapa kunci rumahmu menggantung diluar pintu masuk...?",

Naomi seketika menoleh.

Hiro Hajime walau tidak paham ikut memerhatikan pintu masuk yang terbuka.

Sebuah kunci logam masih tergantung disana...dalam posisi berada diluar.

Urashi Kaede tampak kaget, tapi ia segera memberi alasan. 

"A...--Aku lupa mencabutnya dari sana--",

"--Itu mustahil",

Aku menyela cepat.

Bertanya datar.

"Seorang yang berada di dalam rumah...tidak mungkin membuka pintu rumahnya sendiri dari luar, bukan?",

Naomi Haguro nyaris saja menampar wajahnya sendiri dengan keras.

Lihat selengkapnya