Togashi Uzura: Detektif Bayangan

Ariaria
Chapter #20

Kasus Kelima, Bangku Ketiga Belas Yang Sial (Prolog)

“Togashi-kun, ajari aku!”

Bel istirahat baru saja berdentang ketika gadis Tionghoa itu, Fei Xiang, melangkah mendekatiku dengan senyum lebar.

“Mengingat ujian sudah makin dekat…” lanjutnya tanpa merasa canggung sama sekali, “… bukankah lebih baik kalau kita belajar bersama?”

“Permisi.” Aku langsung bangkit dari kursi, bersiap kabur menuju perpustakaan—satu-satunya suaka di mana keramaian dianggap sebagai bentuk pelanggaran.

“Tu—Tunggu dulu!” Fei mengejar dan serta-merta menarik ujung seragamku. “Aku tidak punya niat jahat kepadamu, kok! Kenapa kau selalu menjauhiku setiap kali di sekolah, Togashi-kun?!”

“Gara-gara ini.” Aku mengangkat jari telunjuk, mengarahkannya ke sudut kelas.

Di sana, segerombolan siswa laki-laki sedang berbisik-bisik seraya melayangkan tatapan tak bersahabat ke arah kami berdua.

Fei mengedipkan mata beberapa kali, tampak mengamati. “... Ka… Karena mereka?”

Saat menyadari Fei menoleh, gerombolan itu mendadak mengumbar senyum canggung dan melambaikan tangan berpura-pura ramah.

Aku yang sejak dulu membenci segala hal merepotkan langsung memutar badan dan melangkah pergi. Sama sekali tak berminat melayani ajakan Fei. Melepas cengkeraman tangannya.

“Kalau mau menyeret orang lain ke dalam masalah…” gumamku datar, “… setidaknya jangan incar aku, gadis sialan.”

Pintu kelas tertutup rapat dengan sedikit dentuman keras.

Dari jarak beberapa meter, teman-teman perempuan Fei menghampirinya dengan senyum kecut yang dibalut keceriaan buatan. Mereka memeluk hangat gadis berambut hitam sepunggung itu. Membelai kepalanya bersamaan.

Akan tetapi, meski sudah diberikan penolakan yang begitu tegas, Fei justru berdiri terpaku dalam keheningan. Bola matanya berbinar-binar. Sudut bibirnya perlahan terangkat tinggi, sementara pendar hangat memoles kedua pipinya yang merona.

“Togashi-kun…” bisiknya teramat lirih. Dengan ekspresi wajah tergila-gila. “… kau tetap keren seperti biasa, ya?”

“Aku jadi semakin ingin mengganggumu!”

Kisah Detektif Bayangan di sekolah pun terus berlanjut.

***

Lihat selengkapnya