Togashi Uzura: Detektif Bayangan

Ariaria
Chapter #36

Kasus Keenam, Pembunuhan Berantai Di Mansion Kurotsuki (2)

Mansion Kurotsuki merupakan sebuah kediaman misterius bergaya barat yang dibangun pada awal abad ke-20 oleh sebuah keluarga konglomerat, tersembunyi di salah satu sudut terpencil Pegunungan Okutama, dengan lokasi yang cukup sulit dijangkau oleh perjalanan kendaraan biasa.

Bisa dikatakan, mansion ini berada di ujung paling barat Tokyo, dikelilingi jalanan yang berkelok, dikepung kabut pekat, dan jarak antar-kediaman yang saling berjauhan—sebuah panggung sempurna bagi berlangsungnya rentetan pembunuhan mengerikan yang menumbalkan korban secara acak, memberiku petualangan baru yang lebih mendebarkan dan mencekam.

Sebagaimana yang tertera dalam beberapa artikel berita terlampir, Mansion Kurotsuki memiliki sebuah tragedi kelam yang baru terjadi beberapa tahun lalu, tepatnya, pada 5 Mei 2015, yang berkaitan dengan rumor urban yang menyelimuti bangunan megah, antik, namun misterius tersebut

Konon, setiap kali lewat tengah malam, sebuah lorong rahasia akan terbuka dan memunculkan deretan kamar kosong tak berpenghuni, dimana siapa pun yang nekat melangkah ke dalamnya akan terjebak dalam labirin gelap tanpa jalan keluar—menjadi roh penasaran yang muncul secepat kedipan mata dalam lorong-lorong panjang.

Kabar buruknya, keluarga utama dari sepupu Mio—yakni keluarga Kurotsuki Enjuu itu sendiri—menjadi korban dari rumor mengerikan tersebut. Menurut saksi mata, mereka lenyap ditelan lorong misterius tadi sewaktu menggelar pesta perayaan atas keberhasilan proyek besar orang tua Enjuu, yang mana, lebih detailnya, ketika para tamu mulai mabuk, pasangan suami istri Kurotsuki berpamitan kembali ke kamar untuk beristirahat—dan itulah kali terakhir sepasang suami istri Kurotsuki terlihat.

Begitu pagi menjelang, keduanya lenyap tanpa jejak di antara lorong-lorong Mansion Kurotsuki yang panjang dan membingungkan.

Kepanikan pun pecah di antara para tamu di ruang tengah.

Sejumlah petugas kepolisian dikerahkan untuk menyisir setiap jengkal kediaman yang megah tapi merepotkan.

Satu hari penuh berlangsung dalam kepungan garis berwarna kuning kehitaman yang khas—tapi nihil.

Sayang sungguh sayang bagi Kurotsuki Enjuu.

Kedua orang tuanya tak pernah ditemukan—benar-benar lenyap seolah ditelan bumi. Membuat gadis malang tersebut depresi berat, tak ingin keluar kamar hingga beberapa hari lamanya.

Peristiwa yang terjadi pada hari-hari setelah tragedi tersebut tidak begitu mengejutkan.

Diselimuti rasa bersalah dan empati, para tamu yang dulu menghadiri pesta memutuskan akan bergantian menjenguk Enjuu. Mereka menyampaikan permohonan maaf karena lalai mengawasi kedua orang tuanya akibat pengaruh alkohol yang berat. Seluruh biaya pengobatan dan perawatan sepupu Mio Shirakawa yang menderita albino itu ditanggung bersama melalui sistem patungan.

Kini, Kurotsuki Enjuu yang yatim piatu tinggal bersama seorang pelayan pribadi yang mengurus seluruh kebutuhan sehari-harinya, sembari tetap dipantau oleh rekan-rekan bisnis mendiang orang tuanya.

Hanya saja, belakangan ini, mansion terkutuk itu kembali meminum darah orang-orang yang berani melintasi ambang pintunya.

Seorang wanita muda bernama Jade Wingston, salah satu rekan bisnis mendiang ayah Kurotsuki, ditemukan tak bernyawa di sebuah pohon cadas di Pegunungan Okutama. Jasadnya tersembunyi di balik pekatnya kabut dengan rantai besi panjang melilit lehernya. Ia tewas pada 29 Juni 2021, sekitar sebulan lalu ketika kami di SMP Ichiban sedang melangsungkan ujian tengah semester.

Tak jauh dari lokasi tersebut, tepatnya pada 6 Juli 2021, darah kembali tertumpah di area Mansion Kurotsuki.

Lihat selengkapnya