Blurb
Menggantikan peran ibu di dalam keluarga bukanlah hal mudah. Rania yang berusaha untuk membangun masa depannya sendiri, harus menurunkan egonya demi menopang keluarga.
Mencapai financial freedom memanglah mustahil bagi seorang generasi sandwich sepertinya. Sebagai anak pertama dengan 2 adik, Rania ditakdirkan untuk membantu ayahnya yang tunawicara.
Apa Rania akan bisa mencapai fase yang dia angankan itu atau selamanya menjadi penopang keluarga?
---
"Halo Papiii, aku gajian loh hari ini. 3 juta aja sih, nggak banyak. Apa karena aku masih baru ya?"
3 juta nggak banyak katanya.
Kedua alis Rania nyaris bertaut. Mami, Papi? Biasanya itu panggilan orang menengah ke atas. Setahunya sih begitu. Sesuatu yang tidak pernah terbesit olehnya selama mengenal Aluna baru sekarang muncul. Mungkin Aluna orang kaya yang bekerja karena gabut? Menilai seseorang dari ponselnya memang tidak selalu valid. Tapi apa ada seseorang yang berminat kredit ponsel keluaran terbaru dari brand terkenal itu? In this economy?
Mendadak sebuah garis kesenjangan sosial terpancar di antara dirinya dan Aluna. Rania sangat terpukau dengan kehidupan anak baru itu. Dia menatap layar ponselnya dalam-dalam.
Rp3.900.000.
Itu jumlah nominal yang Rania terima ke rekeningnya. Helaan napas pendek menandakan bahwa gaji yang masuk belum sepenuhnya membuat hati gembira. Bukannya tidak bersyukur. Dia hanya bergelut dengan realita yang ada.