Dino, Angga juga Alex sedang asik mengobrol sambil menunggu guru masuk kedalam kelas. Walaupun belum lama bersekolah di SMA Dwisaka, Alex sudah sangat akrab dengan semua teman-teman sekelasnya. Termasuk Dino dan Angga, mengingat posisi duduk Alex semeja dengan Angga, sedangkan meja Dino tepat dibelakangnya.
“No, lo kenal gak sama Fina?” tanya Alex tiba-tiba mengalihkan topik pembicaraan seru mereka.
Dino yang entah sedang mengerjakan apa, karena sedari tadi cowok itu sibuk sendiri dengan laptopnya, langsung menghentikan kegiatannya dan menatap Alex penasaran.
Kenapa tiba-tiba teman barunya itu menanyakan tentang Fina? Apa Alex mengenal Fina? Kapan mereka berkenalan? Dan banyak lagi pertanyaan 5W+1H diotak Dino sekarang. Dan alih-alih menjawab pertanyaan Alex, dia malah memikirkan kenapa Fina tidak pernah cerita apa-apa padanya tentang Alex? Dan lagi, kenapa dia terkesan ingin selalu tahu apa yang dilakukan Fina, sedangkan hubungannya dengan Fina saja sedang dipertanyakan sekarang.
“Woy, No! Gue nanya nih, bukannya jawab malah ngelamun,” ujar Alex kesal.
Dino tersentak, lalu kembali mengubah ekspresi wajahnya menjadi biasa. “Apasih, ganggu aja,” sahutnya tak kalah kesal. “Emang kalo gue kenal sama Fina, lo mau ngapain?”
Alex yang sedang cemberut tiba-tiba menggaruk tengkuknya. “Gak ngapa-ngapain, sih. Nanya aja,” jawabnya sambil cengengesan entah kenapa.
Melihat Alex yang seperti itu, Dino yakin ada yang salah disini. Cowok itu terlihat salah tingkah, dan gesturnya mengatakan bahwa cowok itu menyukai Fina. Setidaknya itu yang bisa Dino simpulkan setelah melihat ekspresi Alex barusan.
Angga yang duduk di sebelah Alex, dan hanya mendengarkan obrolan kedua temannya, mengerutkan keningnya. “Nanya aja, apa nanya aja?” Angga menaik-turunkan alisnya, lalu mengerling jahil untuk menggoda Alex.
Meski belum genap satu bulan Alex sekolah disekolah ini dan berteman dengannya, Angga bisa dengan mudah membaca apa yang sedang dipikirkan oleh cowok itu. Alex itu seperti buku yang terbuka didepannya, mudah dibaca karena cowok itu sangat mudah menggambarkan apapun yang ia rasakan.
“Fina cantik ya, No. Bantuin gue dong biar gue makin deket sama Fina,” ucap Alex tiba-tiba, membuat Angga dan Dino diam seketika.
Dino masih diam, tak mengeluarkan sepatah katapun dari mulutnya. Ternyata benar dugaannya, Alex menyukai Fina. Dan cowok itu memintanya untuk membantu mendekatkan dirinya dengan Fina, sedangkan ia juga sama menyukai cewek itu.
Apa ini? Kenapa hatinya tidak terima ketika ada seorang cowok yang secara terang-terangan mengatakan bahwa cowok itu menyukai Fina? Kenapa? Padahal, sampai sekarang hubungan dengan Fina masih belum jelas kelanjutannya. Apakah akan berakhir bahagia atau... Sudahlah, sepertinya Dino sudah tahu akhir dari kisah cintanya.
Tapi, masih bisa kan dia berjuang sekali lagi untuk memperjuangkan cintanya? Fina belum memberikan jawaban yang pasti, dan itu artinya masih ada kesempatan baginya untuk mendapatkan Fina seutuhnya. Tapi... lagi-lagi, jawabannya sudah pasti berakhir sama seperti malam itu.
Angga merasakan kecanggungan diantara mereka. Kedua temannya sama-sama menyukai satu cewek yang sama. Ia tak menyangka seorang Fina yang hanya dikenali oleh segelintir siswa, disukai oleh dua cowok yang memiliki famous disekolah.
Dino dan Alex, siapa yang tidak tahu dengan mereka berdua? Meskipun Alex masih dikatakan baru bersekolah di sana, cowok itu langsung mendapatkan tempat di hati para siswi. Selain ganteng, cowok blasteran Indonesia-Jerman itu juga memiliki sifat yang friendly yang memudahkan ia berteman dengan siapapun. Siapapun, laki-laki maupun perempuan, tidak akan bisa menolak orang seperti Alex ‘kan?
Dan Dino, sudah tidak perlu ditanya lagi siapa dia.
Sekarang Angga tidak tahu harus berbuat apa. Ia juga tak akan mendukung salah satu diantara mereka. Ia berharap, siapapun nanti yang berhasil mendapatkan Fina, hubungan pertemanan mereka akan baik-baik saja. Ya, semoga.
“Serius lo suka sama Fina?” tanya Angga memecah keheningan. Berada di situasi canggung seperti ini benar-benar membuatnya kewalahan. Lagipula, dari sekian banyak cewek di dunia ini, kenapa harus Fina yang disukai oleh kedua temannya itu?
Alex mengangguk semangat. Kembali terbayang saat ia mengantarkan Fina pulang kemarin malam. Fina memeluknya dari belakang yang membuat jantungnya berdebar tak karuan. Dan kejadian kemarin malam kembali berputar di pikirannya.